Tuesday, August 1, 2017

FanFiction Naruto & Gintama : Jiwa yang Tertukar Merepotkanmu!

Jiraiya
Sore hari di Desa Konoha, Jiraiya berjalan kaki baru saja pulang dari aktivitas mengintipnya di kolam pemandian air panas. Dia kecewa lantaran tidak ada satu pun gadis cantik yang mandi disitu. Wajahnya terlihat sangat bΓͺte, tak ada keceriaan yang melekat di bibir manisnya.
“Sungguh sial sekali hari ini, kenapa tidak ada gadis yang mandi? Kalau terus begini, Novel Ikeh-Ikeh Paradise bisa terhambat karena aku tidak mendapatkan inspirasi, huh,” keluhnya.

Di sisi lain, tepat di depan Jiraiya berjalan terlihat sosok Tsunade yang dikejar-kejar oleh wakil komandan Shinsengumi, sebut saja namanya Hijikata.
Tsunade

“Kalah judi lo langsung kabur aja DASAR NENEK SIALAAAN! GUE TEBAS BATANG OPPAI* LOOOOOOO! (Sengaja dikasih tanda bintang supaya engga kebaca jelas)” teriak Hijikata sambil menebas apa saja yang dia lewatinya dengan pedang miliknya sendiri. Ukuran pedang Hijikata cukup panjang, dan depannya juga tajam. Cocok buat nusuk apa pun hingga berlubang.
Cih, si iblis berponi huruf v ini terus ngejar-ngejar gue, ucap Tsunade sambil berlari menyelamatkan diri.

Hijikata

Tanpa melihat Jiraiya yang berjalan lemas di depannya, Tsunade akhirnya tak sengaja menabrak Jiraiya. Hingga keduanya pingsan.
Si iblis wakil komandan Shinsengumi yang melihat buronannya pingsan ingin sekali menebas batang oppai*nya, namun sebagai wakil komandan harga dirinya akan jatuh bila menebas orang yang sedang pingsan.
“Sial, orangnya pingsan,” ucap Hijikata sambil menyalakan sebatang rokok, “lain kali kalo ketemu, gue babat lo, Tsunade.” Hijikata pun langsung berjalan meninggalkan nenek muda itu.


Tiga puluh menit kemudian, Tsunade dan Jiraiya pun terbangun dari pingsannya.
“Hoooaaam, dasar wakil komandan bodoh, untung saja dia sudah tidak ada disini. Payah sekali dia tidak membunuhku selagi pingsan,” ucap Tsunade dengan suaranya yang berubah, namun dia tidak menyadarinya.
“Huh, sial sekali hari ini. Sudah tidak ada gadis muda yang mandi, aku justru malah ditabrak oleh…” Sejenak Jiraiya menoleh ke arah orang yang menabraknya, “kau?” Jiraiya terkejut melihat dirinya sendiri, sementara Tsunade pun tak kalah terkejut melihat dirinya sendiri tepat di depannya.
“TIDAAAAAAK!” teriak Tsunade.

Sadar akan jiwanya tertukar oleh Tsunade membuat Jiraiya senang bukan main, dia tak menyangka akan lebih mudah menikmati satu hal yang belum pernah dia dapatkan. Mata genit Jiraiya melihat kebagian dadanya sendiri.
“Waw, gunung Everest pun kalah besarnya dengan yang ini, hehehe,” ujar Jiraiya dengan pipi merahnya.
Tak mau melewati kesempatan ini, tangannya pun perlahan-lahan bergerak menyentuh bagian itu.
“Pelan pelan, pelan itu rasanya…”

Brught!
Sebuah kursi tepat mengenai kepala dari raga Tsunade.
“Gue engga akan ngebiarin lo nyentuh itu! Dasar mesum!”

***

Jiraiya dan Tsunade kini sudah berada di sebuah rumah di Kota Edo, tepatnya di kantor Yorozuya Gin-Chan. Keduanya duduk di hadapan Gintoki yang sedang asik mengupil dengan telunjuk  miliknya sendiri.

“Jadi jiwa kalian tertukar?” tanya Gintoki dengan wajah datarnya.
“Ya, tepat sekali. Kita mau jiwa kita kembali seperti semula,” ucap Tsunade.
“Huh, sudahlah Tsunade biarkan saja. Lagipula kita tidak akan bisa kembali, ikhlaskan saja, aku saja ikhlas. Dengan begini aku tidak susah-susah mengintip gadis di kolam pemandian,” ucap enteng Jiraiya.

Braght!
Sebuah tv melayang dan tepat mengenai kepala dari raganya Tsunade.

“WOY KALO LEMPAR BARANG-BARANG LIAT DULU! ITU PUNYA GUE, GUE BARU KREDIT ITU DAN BELUM LUNAS SAMPE SEKARANG. BELUM APA-APA PELANGGAN KAYAK LO BEDUA BISA BUAT GUE BANGKRUUUUT‼!” teriak Gintoki.
“Maaf, tadi khilaf, jadi gimana, bisa kan?”
“Hmmmm. Gimana kalo kalian buat sinetron yang judulnya Jiwa yang Tertukar, atau bikin FTV yang judulnya Suamiku Tega Menelantarkan Anakku.”
“BEGO! ITU BUKAN JALAN KELUARNYA, MANA BISA TOKOH ANIME KAYAK KITA MAIN DI FTV APALAGI SINETROOOON!” teriak Tsunade.

Gintoki tak kehabisan akal, dia berdiri lalu berjalan ke meja belajar yang ada lacinya. Perlahan-lahan dia membuka pintu laci tersebut.
“Lo mau ngapain?” tanya Tsunade.
“Kita akan ke rumahnya Nobita lewat mesin waktu dan minta bantuan Doraemon buat balikin jiwa kalian berdua.”
“Sudah Gontoki, kau jangan repot-repot, aku ikhlas kok kalo begini terus.”
“DASAR CUCUNYA SUGIONOOOO!”

Braght!
Sebuah meja belajar yang berlaci tepat mengenai kepala dari raga Tsunade.

“WOOOY LO JANGAN SEENAKNYA NGELEMPAR YANG ADA DI SINI, LAMA-LAMA GUE BISA BANGKRUT BENERAAAAAN!”

Dikarenakan meja belajarnya rusak, Gintoki gagal membawa mereka berdua ke rumahnya Nobita. Walau begitu Gintoki tak kehabisan akal.
“Aha, gimana kalo kalian berdua berlari dan tertabrak seperti sebelumnya, siapa tau kalian bisa kembali.”
“Aha, pintar sekali kau, Gintoki,” ucap sumringah Tsunade.

Pada akhirnya, Tsunade dan Jiraiya menerima saran dari Gintoki.

Keduanya bersiap menabrakkan diri. Kini keduanya berdiri dengan jarak 500 meter dari hadapan masing-masing. Yosh! Jiraiya dan Tsunade berlari. Dan… keduanya saling tertabrak.

Keesokan harinya.
“Yosh, seperti apa yang gue bilang, jiwa kalian berdua akhirnya bisa kembali… dengan damai. Selamat jalan Jiraiya, selamat jalan Tsunade.”
Gintoki baru saja menghadiri pemakaman dua legenda Sannin Konoha tersebut.









23 comments:

  1. ebuset kakek sugiono dibawa2,
    wkwkwkwkwk
    konten dewasa ini mah,wkwkwkkw

    ReplyDelete
  2. Kalo oppainya ditebas gimana mau bedain mana punggung mana dada oi! Dasar! Wkwk

    ReplyDelete
  3. Kisah akhir yang begitu mengharukan. :(

    ((Kakek Sugiono))

    Wah, Niki mulai nulis stensilan nih. Hehe. Jiwanya lagi tertukar sama Freddy S. ya?

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. jangan komen pake bahasa inggrislah, saya engga ngerti

      Delete
    2. Haha..itu kan di hapus, Mas Nik..

      Delete
  5. siapa tuh kakek sugiono?
    (pura-pura gila)

    ReplyDelete
  6. Anjay ne cerita lo Niki,
    Pake bawa2 kakek legendaris lagi,

    tapi menghibur sih, hahaπŸ‘πŸ˜€

    Keenakan tu jiraya

    ReplyDelete
  7. Ya Allah...!! Ampunilah aku.. aku telah berdosa. Membaca konten dewasa.

    Ini kenapa kok narutonya gak ada malah manggil manggil si nobita. Dia kan belum ngerjain PR. Janganlah di ajakin main!!

    Bagiku naruto udah kayak sinetron serinya banyak benernya dah!! πŸ˜‚πŸ˜‚

    ReplyDelete
  8. jiraiya mah pasti seneng dan nikmati tubuhnya sendiri (tsunade), normalnya pasti dia gak mau tukaran lagi xD

    ReplyDelete
  9. Jiraiya sapa yang Edo tensei nih?
    Yah, sayangnya malah mati lagi. Tapi tsunade kan punya jurus awet muda, masa gitu aja langsung KO.

    ReplyDelete
  10. Udah bersahabat ya sama kakek sugiono. Atau jangan-jangan mas Niki ini cucunya.. :D

    ReplyDelete
  11. Gak kebayang kalok Tsunade tabrakan kayak apa :D

    ReplyDelete
  12. Hehehe oalah ini to istilah ikeh2.
    Baru tau, maap kudet hahaha.
    Tsunade mau dilawan kayak apa tetep awet muda

    ReplyDelete
  13. Huu lu Nik rusakin tipe karakter idola gue Jirayya, tanggung jawab nik gue ketawa sampe perut gue sakit HAhahahhahahahha

    ReplyDelete