Monday, August 14, 2017

Cara Membuat Api Rebus dan Api Goreng, Dijamin Enak Banget

Holla semua, apa kabar nih? masih pada waras kan? yah kenapa mesti waras, harusnya jadi gila dong.
Ok tapi saya engga maksa kok.
Hmm, sebentar lagi 17 agustusan nih. Kalo boleh tau, di daerah kalian 17 Agustus jatuh pada tanggal berapa? Boleh tau engga?
Kalo di daerah saya sih 17 Agustus ya tepat pada tanggal 17 Agustus, lah udah tau 17 Agustus malah nanya tanggal, kan geblek yang nanya, hadeh-hadeh.

Ngomongin 17 agustusan, gimana kalo kita bahas kuliner. Jarang-jarang loh bahkan hampir engga pernah yang punya blog ini bahas soal makanan. Soal makanan, apa sih makanan kesukaan kalian? Kalo saya sih sukanya makan nasi, dari kecil sekitar umur 4-5 tahun sampe sekarang saya masih suka makan nasi, jadi nasi adalah makanan favorit saya. Walau nasinya itu rasanya seperti rasa nasi pada umumnya, saya tetep aja engga bosen makan makanan yang satu ini.

Nah, biasanya kan orang kalo makan nasi itu dicampur lauk-paku. Sekarang saya mau bahas soal makanan yang bisa kamu makan sebagai pengisi kekosongan perut selain nasi, dijamin dah kamu ketagihan setelah mencobanya.

Kamu tau jenis mie berdasarkan cara masaknya? Berdasarkan cara masaknya, mie dibedakan menjadi dua, yaitu mie rebus dan mie goreng, catet nih siapa tau pas ujian keluar.
Mie rebus adalah mie yang dibuat dengan cara direbus sementara mie goreng adalah mie yang dibuat dengan cara digoreng, tapi aneh loh kalo beli mie instan yang mie goreng, masa mienya direbus juga. Anehkan?


Saya tidak akan membahas tentang mie di sini. Baru-baru ini saya mendapat resep baru, yaitu api rebus dan api goreng. Kenapa saya namakan seperti itu, agar makanan ini dapat diterima di kalangan pecinta makanan seperti mie yang sudah menjadi makanan sejuta umat saat lauk paku mahal harganya.

Api Rebus
Cara membuat api rebus ini hampir sama seperti membuat mie rebus, hanya bahannya sajalah yang beda. Jika membuat mie rebus kalian membutuhkan bahan yang namanya mie sementara untuk membuat api rebus kalian perlu bahan yang namanya api.

Pertama, seperti biasanya kalian nyalakan kompornya menggunakan api, ingat jangan dibakar kompornya. Taruh panci di atas kompor yang sudah dinyalakan api, kemudian masukan air sekitar 500 ml, sebelum dimasukan air kalian ukur dulu banyaknya air, ingat harus 500 ml engga boleh lebih atau kurang.

Kedua, kemudian tunggu sampai airnya mendidih. Setelah kamu tau airnya mendidih, kamu masukan bahannya yaitu api ke dalam air, ya seperti memasukkan mie gitu lah.

Ketiga, tunggu sekitar 5 menit agar apinya matang. Setelah kamu menunggu, dan taraaaaa, kamu tuangkan api rebus tadi ke dalam mangkok.

Walau saya sudah mencobanya beberapa kali, anehnya setiap ingin memasukkan api rebusan tadi ke dalam mangkok, selalu saja apinya menghilang. Ini aneh sekali. Padahal cara merebusnya itu sama seperti merebus mie. Ada yang tau itu kenapa?

Api Goreng
Cara membuat api goreng ini sama seperti membuat mie goreng, jadi caranya itu sama seperti membuat api rebus di atas hanya saja apinya tidak pake kuah ketika dimasukkan ke dalam mangkok atau piring. Dan anehnya ketika saya membuat api goreng, lagi-lagi apinya menghilang setelah saya rebus.

Yang Pernah Makan Api
Apa kalian percaya bahwa ada yang pernah makan api di dunia ini? pasti engga percaya ya. Padahal ada loh yang pernah makan api. Api kok dimakan? Kayak engga ada makanan lain aja.

Nih dia yang pernah makan api.
Namanya Shon Agia Oguri, yang pernah jadi Takiya Genji. Di film ini dia lagi nyereput api. Tuh kan masih ada teks subtitelnya yang bilang dia seneng banget api.


Manfaat Makan Api
Seperti makanan pada umumnya, setiap makanan pasti punya manfaat masing-masing seperti makan nasi manfaatnya membuat perut kenyang, makan tempe manfaatnya membuat perut kenyang atau makan mie rebus manfaatnya membuat perut kenyang juga. Sama seperti makan api, ini ada manfaatnya, sttt jangan salah, gini-gini juga saya belum pernah makan api, ya karena saya belum pernah makan api dan bahkan engga mau makan api karena takut kebakar mulut saya jadi maaf saya engga tau manfaat makan api. Kalo kalian mau coba  makan api ya silahkan saja.

Tuesday, August 1, 2017

FanFiction Naruto & Gintama : Jiwa yang Tertukar Merepotkanmu!

Jiraiya
Sore hari di Desa Konoha, Jiraiya berjalan kaki baru saja pulang dari aktivitas mengintipnya di kolam pemandian air panas. Dia kecewa lantaran tidak ada satu pun gadis cantik yang mandi disitu. Wajahnya terlihat sangat bĂȘte, tak ada keceriaan yang melekat di bibir manisnya.
“Sungguh sial sekali hari ini, kenapa tidak ada gadis yang mandi? Kalau terus begini, Novel Ikeh-Ikeh Paradise bisa terhambat karena aku tidak mendapatkan inspirasi, huh,” keluhnya.

Di sisi lain, tepat di depan Jiraiya berjalan terlihat sosok Tsunade yang dikejar-kejar oleh wakil komandan Shinsengumi, sebut saja namanya Hijikata.
Tsunade

“Kalah judi lo langsung kabur aja DASAR NENEK SIALAAAN! GUE TEBAS BATANG OPPAI* LOOOOOOO! (Sengaja dikasih tanda bintang supaya engga kebaca jelas)” teriak Hijikata sambil menebas apa saja yang dia lewatinya dengan pedang miliknya sendiri. Ukuran pedang Hijikata cukup panjang, dan depannya juga tajam. Cocok buat nusuk apa pun hingga berlubang.
Cih, si iblis berponi huruf v ini terus ngejar-ngejar gue, ucap Tsunade sambil berlari menyelamatkan diri.

Hijikata

Tanpa melihat Jiraiya yang berjalan lemas di depannya, Tsunade akhirnya tak sengaja menabrak Jiraiya. Hingga keduanya pingsan.
Si iblis wakil komandan Shinsengumi yang melihat buronannya pingsan ingin sekali menebas batang oppai*nya, namun sebagai wakil komandan harga dirinya akan jatuh bila menebas orang yang sedang pingsan.
“Sial, orangnya pingsan,” ucap Hijikata sambil menyalakan sebatang rokok, “lain kali kalo ketemu, gue babat lo, Tsunade.” Hijikata pun langsung berjalan meninggalkan nenek muda itu.


Tiga puluh menit kemudian, Tsunade dan Jiraiya pun terbangun dari pingsannya.
“Hoooaaam, dasar wakil komandan bodoh, untung saja dia sudah tidak ada disini. Payah sekali dia tidak membunuhku selagi pingsan,” ucap Tsunade dengan suaranya yang berubah, namun dia tidak menyadarinya.
“Huh, sial sekali hari ini. Sudah tidak ada gadis muda yang mandi, aku justru malah ditabrak oleh…” Sejenak Jiraiya menoleh ke arah orang yang menabraknya, “kau?” Jiraiya terkejut melihat dirinya sendiri, sementara Tsunade pun tak kalah terkejut melihat dirinya sendiri tepat di depannya.
“TIDAAAAAAK!” teriak Tsunade.

Sadar akan jiwanya tertukar oleh Tsunade membuat Jiraiya senang bukan main, dia tak menyangka akan lebih mudah menikmati satu hal yang belum pernah dia dapatkan. Mata genit Jiraiya melihat kebagian dadanya sendiri.
“Waw, gunung Everest pun kalah besarnya dengan yang ini, hehehe,” ujar Jiraiya dengan pipi merahnya.
Tak mau melewati kesempatan ini, tangannya pun perlahan-lahan bergerak menyentuh bagian itu.
“Pelan pelan, pelan itu rasanya…”

Brught!
Sebuah kursi tepat mengenai kepala dari raga Tsunade.
“Gue engga akan ngebiarin lo nyentuh itu! Dasar mesum!”

***

Jiraiya dan Tsunade kini sudah berada di sebuah rumah di Kota Edo, tepatnya di kantor Yorozuya Gin-Chan. Keduanya duduk di hadapan Gintoki yang sedang asik mengupil dengan telunjuk  miliknya sendiri.

“Jadi jiwa kalian tertukar?” tanya Gintoki dengan wajah datarnya.
“Ya, tepat sekali. Kita mau jiwa kita kembali seperti semula,” ucap Tsunade.
“Huh, sudahlah Tsunade biarkan saja. Lagipula kita tidak akan bisa kembali, ikhlaskan saja, aku saja ikhlas. Dengan begini aku tidak susah-susah mengintip gadis di kolam pemandian,” ucap enteng Jiraiya.

Braght!
Sebuah tv melayang dan tepat mengenai kepala dari raganya Tsunade.

“WOY KALO LEMPAR BARANG-BARANG LIAT DULU! ITU PUNYA GUE, GUE BARU KREDIT ITU DAN BELUM LUNAS SAMPE SEKARANG. BELUM APA-APA PELANGGAN KAYAK LO BEDUA BISA BUAT GUE BANGKRUUUUT‼!” teriak Gintoki.
“Maaf, tadi khilaf, jadi gimana, bisa kan?”
“Hmmmm. Gimana kalo kalian buat sinetron yang judulnya Jiwa yang Tertukar, atau bikin FTV yang judulnya Suamiku Tega Menelantarkan Anakku.”
“BEGO! ITU BUKAN JALAN KELUARNYA, MANA BISA TOKOH ANIME KAYAK KITA MAIN DI FTV APALAGI SINETROOOON!” teriak Tsunade.

Gintoki tak kehabisan akal, dia berdiri lalu berjalan ke meja belajar yang ada lacinya. Perlahan-lahan dia membuka pintu laci tersebut.
“Lo mau ngapain?” tanya Tsunade.
“Kita akan ke rumahnya Nobita lewat mesin waktu dan minta bantuan Doraemon buat balikin jiwa kalian berdua.”
“Sudah Gontoki, kau jangan repot-repot, aku ikhlas kok kalo begini terus.”
“DASAR CUCUNYA SUGIONOOOO!”

Braght!
Sebuah meja belajar yang berlaci tepat mengenai kepala dari raga Tsunade.

“WOOOY LO JANGAN SEENAKNYA NGELEMPAR YANG ADA DI SINI, LAMA-LAMA GUE BISA BANGKRUT BENERAAAAAN!”

Dikarenakan meja belajarnya rusak, Gintoki gagal membawa mereka berdua ke rumahnya Nobita. Walau begitu Gintoki tak kehabisan akal.
“Aha, gimana kalo kalian berdua berlari dan tertabrak seperti sebelumnya, siapa tau kalian bisa kembali.”
“Aha, pintar sekali kau, Gintoki,” ucap sumringah Tsunade.

Pada akhirnya, Tsunade dan Jiraiya menerima saran dari Gintoki.

Keduanya bersiap menabrakkan diri. Kini keduanya berdiri dengan jarak 500 meter dari hadapan masing-masing. Yosh! Jiraiya dan Tsunade berlari. Dan… keduanya saling tertabrak.

Keesokan harinya.
“Yosh, seperti apa yang gue bilang, jiwa kalian berdua akhirnya bisa kembali… dengan damai. Selamat jalan Jiraiya, selamat jalan Tsunade.”
Gintoki baru saja menghadiri pemakaman dua legenda Sannin Konoha tersebut.