Sunday, July 23, 2017

Saat Menonton Film Horror, Ajaklah Seseorang Agar Kau Tidak Takut

Saya sebenarnya tidak terlalu suka dengan film bertemakan horror, tapi ketika ada seseorang yang mengajak buat nonton film “the doll doll” yang dibintangi Luna Maya sama Edotz Herjunot Ali, ya apa boleh buat. Terpaksa dengan senang hati saya mengiyakan ajakannya.



Pada hari Minggu kurang lebih jam setengah dua siang, saya sampai di Metropolis Tangerang bersama seseorang. Beruntung ketika saya sampai di situ, antriannya tidak terlalu panjang, beda dengan antrian ketika saya mengisi bensin di SPBU ketika berangkat. Sialnya, sudah lama mengantri untuk membeli bensin, ternyata bensinnya tidak ada. Terpaksa saya membeli premium.

Awalnya, saya dan seseorang itu sempat berdebat untuk menentukan siapa yang harus bayar. Saya sebagai lelaki pun terlebih dahulu menawarkan diri untuk membayar.
“Biar aku aja yang bayar.”
“Engga, aku aja.” Seseorang berjenis kelamin perempuan itu tidak mau mengalah.
“Aku aja.”
“Engga, aku aja.”
“Dibilang aku aja.”
“Udah aku aja, aku kan yang ngajakin kamu.”
“Aku aja.”
“Ya udah.”
Pada akhirnya saya lah yang membayari biaya menonton, ya toh sebagai lelaki saya cukup menyesal. Kenapa harus saya yang bayar?

Setelah membeli tiket, dan masih ada waktu kurang lebih tiga puluh menit lagi. Jadi masih ada waktu buat beli hal-hal yang harus dibeli, sayangnya saat itu tidak terpikirkan oleh kami berdua untuk membeli sesuatu, so akhirnya kita berdua hanya diam menunggu waktu nonton tiba.

Bagi yang belum nonton film The Doll2 dipersilahkan untuk tidak membaca tulisan ini, karena ini adalah spoiler dari awal cerita sampai tamat.

Diawal cerita, ada tulisan dari rumah produksi yang memproduksikan film ini. Saya lupa nama rumah produksinya, jadi bagi yang penasaran silahkan nonton. Setelah itu, seperti film horror pada umumnya, sudah pasti ada adegan horror yang menakutkan bagi para penontonnya. Salah satu adegan menakutkan yang saya ingat adalah ketika menunggu waktu sidang di kampus. Pada waktu itu saya deg-degan banget, sampai-sampai engga bisa ngebayangin apa jadinya di depan dosen penguji. Dan benar saja, saat di hadapan dosen penguji, semuanya nge-blank. Tapi demi menutupi kebodohan saya ini, saya hanya cengar-cengir saat menjawab pertanyaan dari para dosen penguji. Alhasil, saya jadi terlihat sangat bodoh. Itu salah satu cerita menakutkan, versi saya bukan versi pada filmnya. 

Sayangnya di film ini tak ada aksi laga antara Iko Uwais vs Toni Jaa, saya sempat kecewa padahal di trailer film Tripple Threat ada adegan kedua aktor laga ini bertarung. Rupanya, saya yang salah film. Di akhir film The Doll 2 ini penuh adegan darah yang mengingatkan saya akan film Rumah Dara, dan yang lebih mengejutkan lagi kedua tokohnya, Luna Maya dan Herjunot Ali. tercantum sebagai pemain di credit title.

Yap itulah spoiler film The Doll 2 versi saya. Bagi yang mau nonton, jangan lupa bawa diri.


Friday, July 21, 2017

Bangunlah Kau Karena Sudah Pagi, Ucapkan Halo Kepada Dunia

Hallo, apa kabar semua?
Gimana kehidupan kalian di tahun 9837 ini, masih pada hidup kah?
Udah lama engga ngeblog lagi, apa ada yang kangen sama saya?
Nanyain kabar saya gitu kek, kemana aja kok udah lama engga muncul lagi... eh sekarang muncul, kenapa harus muncul, udah pada tentram karena kamu engga muncul

Jadi selama saya engga ngeblog, saya sibuk di dunia nyata dan males nulis postingan.
Pagi-pagi saya sudah bangun, lalu ke kamar mandi buat kencing abis itu ke warung beli sebungkus kopi tanpa cuci muka terlebih dahulu.
Kok engga cuci muka, ih jorok deh.
Cuci muka? ah cuci muka buat apa? toh ketampanan saya juga engga akan berkurang meski kerak iler sama belek dimana-mana.
Kadang saya juga nyesel mandi pagi-pagi kalo engga ngajar sama sekali. Jadi mandi itu, kerjaan yang sia-sia kalo engga ada yang bisa dipejeng, buang-buang air doang. Lebih baik engga mandi sama sekali yang penting makan kenyang. Hidup hemat.

Hari Jumat ini, saya dapat kabar menyedihkan. Ya kalian pasti tau lah, ternyata si Agia yang suka anime Gintama engga tau kalo ada Gintama Live Actionnya. Menyedihkan.
Saya yang merasa kasihan dengan nasibnya Agia lalu memberi linknya ke dia. Agia pun ketagihan dengan link yang saya kasih itu.

Abis itu, engga tau mau nulis apa.
Saya cuma mau ngucapin halo sama kalian aja.
Halo

Udah.