Wednesday, July 27, 2016

Tobatnya Hantu Penunggu Kamar Mandi

Suatu hari Coklat dan Ival mendapat sebuah undangan menginap di villa secara gratis. Sontak saja, kesempatan untuk menikmati suasana villa tak disia-siakan oleh mereka, wajarlah mereka kan sukanya sama yang gratisan. Keduanya tidak menyadari bahwa surat itu adalah jebakan dari seseorang, lebih tepatnya lagi dia adalah cowok Bu Riny. Bu Riny itu merupakan walikelas mereka berdua di sekolah. Mengapa hal demikian bisa terjadi? Hal demikian terjadi karena sehari sebelumnya, cowok Bu Riny ini melihat Coklat dan Ival pulang dari sekolah bersama Bu Riny.

Singkat cerita keduanya kini sudah sampai di depan villa. Coklat dan Ival terkejut ketika melihat bangunan villa yang megah. Hanya kata wooow yang terucap dari mulut mereka.
“Woooow.”
Ya seperti itu. Keduanya pun bersiap masuk ke dalam villa tersebut namun langkah mereka tiba-tiba berhenti ketika ada seorang petugas menanyakan tiket masuk.
“Mas mas, tiketnya mana?” tanya seorang petugas memakai topi hitam, baju hitam, celana hitam, sepatu hitam dan jas hitam serta celana dalam hitam.
“Hah tiket?” sahut Coklat kebingungan.
“Iya mas, ini Stadion Santiago Bernabeu mas, jadi kalau mau menyaksikan laga Real Madrid itu harus beli tiket mas.”
“Oh, saya kira ini villa kali mas. Aduh maaf ya mas, maaf.” kata Ival.

Sejak kapan mereka berdua bisa nyasar sampai ke Spanyol, terus lagi engga bisa bedain mana stadion mana villa, hadeh. Ok maaf, atas ketidaknyamanan ini.

Setelah tersesat ke Spanyol, kini keduanya sudah benar-benar sampai di villa. Di depan villa, mereka terkejut melihat bangunan villa nan megah dan tua. Tak sampai dibuat terkejut, mereka pun dibuat merinding ketika kabut asap menyelimuti bangunan tua tersebut ditambah dengan lantunan suara burung gagak bernyanyi, gak gak gak.
“Serem banget ya Klat?”
“Ah biasa aja.”
“Ah, ini kan cerita horror.”
“Oh iya Val serem.”

Setelah melewati pintu gerbang villa, keduanya pun masuk ke dalam villa sambil menyerah undangan menginap gratis sepuasnya yang mereka dapat kemarin kepada petugas yang bersangkutan. Coklat dan Ival mendapat kunci kamar nomor 13. Konon katanya di kamar nomor 13 ini sebelum kamar nomor 14 dan sesudah nomor 12, wah serem dong. Bukan itu, konon kamar 13 ini memiliki cerita mistis di kalangan para petugas villa. Dahulu kala, ada yang tenggelam di bak mandi kamar tersebut. Siapa yang tenggelam? Itu hanya petugas villa yang tau, sang penulis tidak tau apa-apa.

Di kamar nomor 13, Coklat dan Ival langsung membanting diri di atas kasur untuk beristirahat. Lima menit kemudian, terdengar ada suara percikan air dari dalam kamar mandi yang terdapat di ruangan kamar mereka. Percik percik percik, begitu bunyinya. Mendengar percikan air, Coklat dan Ival cuek saja, mereka tak peduli. Tiba-tiba, suara percikan air dari kamar mandi mereka berubah menjadi monster, eh bukan, percikan suara air berubah menjadi suara air yang keluar dari keran.
“Val, dengar engga tuh kayaknya ada orang di kamar mandi kita?”
“Ah masa sih? Bukannya kita orang pertama yang masuk ke kamar ini?”
“Oh iya, ya udah lo lihat deh siapa tau ada orang,” ujar Coklat dengan wajah takutnya.
“Aduh! Perut gue sakit Klat.”
“Ah modus.”

Mau tak mau Coklat seorang diri yang memeriksa kamar mandinya. Coklat berjalan dari kasur menuju kamar mandi, sampai di depan pintu suara air yang keluar dari keran masih terdengar.
“Ada orang engga di dalam?” tanya Coklat.
Coklat tak mendapat jawaban dari dalam kamar mandi. Rasa takutnya semakin membumbung tinggi ketika suara air dari keran semakin kencang. Glek, suara air liur yang dia telan mentah-mentah. Perlahan-lahan Coklat membuka pintu kamar mandi dan jreng jreng jreng, tidak ada seorang pun yang ada di kamar mandi.
“Ih engga ada orang.”

Tak hanya itu, suara keran yang tadinya seakan mengaliri air ke bak mandi kini menjadi hening. Dengan rasa takutnya, Coklat kembali ke kasur untuk menemui Ival. Sementara di balik pintu kamar mandi tanpa mereka ketahui ada sosok wanita berambut panjang, berwajah pucat, serta mengenakan gaun putih sedang tersenyum.

Coklat kembali ke kasur menemui Ival, dia menceritakan tak ada apa-apa di kamar mandi. Lima menit kemudian, ketika keduanya sedang bersantai di atas kasur, tiba-tiba terdengar lagi suara air dari dalam kamar mandi. Rasa penasaran itu kembali muncul dan membuat keduanya bergegas ke kamar mandi. Di depan pintu kamar mandi, suara air yang mengalir dari keran masih terdengar.
“Ok Val, gue itung sampai tiga dan lo langsung buka pintunya,” bisik Coklat.
“Sip,” kata Ival sambil memegang gagang pintu.
“Tiga!”
Jebret! Ival pun membuka pintu kamar mandi dengan kencangnya hingga mengenai wajah sosok dari penghuni kamar mandi tersebut.
“Rese! Muka gue jadi kena pintu, orang mah pelan-pelan dong buka pintunya!” dongkol sang hantu.
Sementara Coklat dan Ival dibuat ketakutan melihat tak ada apapun di dalam kamar mandi.
“Engga ada apa-apakan, Val?” tanya Coklat dengan wajah takutnya.
“Hooh.” 

Keesokan malamnya. Coklat dan Ival sudah ngantuk berat, mereka tak kuasa lagi menahan beratnya beban belek di mata masing-masing. Keduanya pun kini terbaring lemah di atas kasur dengan kondisi lampu kamar dimatikan. Baru saja mereka memejamkan mata, tiba-tiba terdengar lagi suara percikan dari kamar mandi. Tak hanya itu, tiba-tiba lampu di kamar mereka menjadi terang padahal sebelumnya gelap. Seusai terang, lampu kembali gelap, kemudian terang lagi, gelap lagi. Ya lampunya kedip-kedip.     
“Wah Klat, lampunya!” ujar Ival ketakutan saat terbangun. 
“Ini artinya Val?”
“Iya Klat!”
“Kita bisa disko sampai pagiiiiii, besokkan hari mingguuuuuu yeaaahhh!”
“Yeaaaaahhhh!”

Keduanya pun akhirnya menyetel musik disco sampai pagi sambil lompat-lompatan di atas kasur. Sementara di kamar mandi, sang hantu hanya diam menyesali perbuatannya.
“Kalau tau mereka akan senang, engga akan gue bikin kedip-kedip tuh lampu, nyesel gue. Berisik tau engga! Gue kan jadi engga bisa bobo nyenyaaaak!”

Keesokan malamnya lagi. Coklat dan Ival sedang menonton tv di kamar. Lagi asik-asik menonton tv, tiba-tiba terdengar kembali suara air keran dari kamar mandi dan itu membuat mereka ketakutan. Bukan hanya suara desiran air yang membuat bulu kuduk mereka merinding, tapi tiba-tiba ada sosok berpakaian putih dan berambut panjang keluar dari dalam tv yang mereka tonton. Alhasil, Coklat dan Ival pun langsung menolong sosok tersebut agar cepat keluar.
“Val bantuin Val,” ujar Coklat sambil menarik tangan kanan sang hantu.
“Iya Klat.”

Berkat bantuan mereka berdua, akhirnya sang hantu bisa tertolong keluar dari tv. Coklat dan Ival mengajak sang hantu duduk sementara di atas kasur, tak jarang Coklat memberiny segelas susu untuk diminum. Sang hantu merasa frustasi ketika tau dua manusia tidak takut kepadanya.
“Kalian berdua, kok engga takut sih?”
“Kamu cantik deh,” kompak Coklat dan Ival.

Seusai mendapat pengakuan cantik dari Coklat dan Ival, malam itu pula sang hantu pergi ke salon untuk mempercantik diri. Setelah dipoles, akhirnya sang hantu itu benar-benar cantik. Tak ada yang mengira bahwa kecantikannya melebihi Raisa. Akhirnya semenjak itu juga, sang hantu pensiun dari dunia kehantuan, ya dia berubah status menjadi manusia dan memilih dunia keartisan.Semenjak saat itu pula dunia menjadi damai, karena banyak hantu yang berguru pada Coklat dan Ival agar menjadi manusia yang baik dan mencari rejeki yang halal.


Friday, July 15, 2016

Friday, July 8, 2016

Belum Jadi

Hai hai… udah hari Jumat aja nih
Gimana lebarannya? Engga sempit kan?
Minal aidin wal faidzin ya kalo saya punya salah sama kalian-kalian semua

Ada yang tau kalo jumat ini enaknya ngapain?
Pacaran? Haram
Nonton? Boke
Shopping? Kere
Ngomongin lagu? Yes

Yuk langsung aja, pada kesempatan kali ini saya mau membahas tentang lagu “Belum Jadi”-nya Onah
Kalo lagu belum jadi ngapain diomongin? Iya ya bener juga ya ngapain diomongin, ya udah deh saya bahas saja.
Sebelum masuk ke lagu, ada baiknya nih kita kenalan sama personilnya Onah
Onah band adalah sebuah band yang berasal dari Tangerang dan terbentuk pada tahun 2030 yang akan datang, yaitu disaat entah kita masih hidup atau tidak, wallahualam.

Lanjut…
Dulu sebelum Onah band ini belum terbentuk, Onah band ini tidak ada. Namun seiring berjalannya waktu, ada yang tau engga kemana si waktu ini berjalan?
Onah band ini beranggotakan Coklat (penjaga sandal), Ival (tukang colokin listrik), Arul (tukang bersih-bersih studio) dan Fahmi (abang-abang penjual kopi). Minus empat belas tahun menghias blantika music dunia, Onah sampai saat ini belum merilis satu album dan satu single. Mantaaaab. Rencananya mereka akan mengeluarkan album kedua akhir tahun nanti. Jangan kita tunggu saja. Namun sangat disayangkan pada tahun 2014 Onah band ini bubar lantaran perbedaan misi di antara personilnya, Arul dan Fahmi memutuskan untuk keluar dan sekarang hanya tinggal Coklat dan Ival. Walau begitu Coklat dan Ival juga keluar dari band Onah dan memilih untuk jadi tokoh fiksi di cerita Coklatshit.
Ival, Arul, Coklat, Fahmi
Sekarang kita bahas lagunya yuk
Belum Jadi adalah salah satu single di album kelima Onah band yang bertajuk masih niat, entah itu jadi apa engga. Walaupun lagu Belum Jadi ini belum rilis, tapi lagu ini masuk di playlist saya dan rencananya single ini akan bertengger di posisi pertama tangga lagu Dahsyat dan Inbox.

Kita baca liriknya dulu ya

Karena lagunya Belum Jadi maka dengan berat hati liriknya juga belum jadi.
Udah ga sabarkan pengen nyanyiin lagu ini buat pacar? Sabar aja nanti juga engga bakalan keluar.