Sunday, May 29, 2016

3 hal yang tidak boleh dilakukan orang berpuasa di bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan tidak akan terjadi pada bulan Sya’ban dan itu artinya puasa di bulan Ramadhan ditunda sampai bulan Ramadhan tiba, saya tidak kecewa kok, tenang aja. Bulan Ramadhan tidak sampai sebulan lagi, di bulan Ramadhan nanti kita akan disuguhi oleh pertandingan-pertandingan sepakbola bergengsi dari dua kejuaraan yang berbeda, Uero 2016 dan Coppa America 2016. Sayangnya di perhelatan nanti timnas Jerman tidak akan bertemu lagi dengan timnas Brasil. Padahal saya mengharapkan balas dendam timnas Brasil yang di piala dunia 2014 kemarin dibantai oleh timnas Jerman. Karena balas dendam itu tidak baik jadi kedua negara tersebut tidak akan dipertemukan pada kedua ajang yang berbeda. Sayang sekali, mungkin mereka tidak jodoh jadi engga dipertemukan lagi. Kalau pun timnas Brasil dan timnas Jerman itu dipertemukan lagi seusai piala dunia 2014 dan berjodoh, maka akan terasa aneh, timnas Brasil dan Jerman saat itu dihuni oleh para lelaki sebut saja Ozil, Neymar, Muller, Thiago Silva, maka anak mereka akan seperti apa?

Kembali lagi ke bulan Ramadhan. Pada bulan Ramadhan tentunya orang-orang yang beriman diwajibkan berpuasa, agar bertaqwa. Nah orang-orang berpuasa di bulan Ramadhan ini tidak boleh melakukan 3 hal berikut. Apa aja 3 hal itu.

1.      Nunggu bedug
Sudah jelas, nunggu bedug itu adalah perbuatan yang sia-sia. Misalnya pas mau adzan maghrib, kita bengong di depan rumah sendirian nungguin bedug. Itu percuma, bedug itu engga bakalan dateng kok. Dia bakalan diem aja di masjid atau musholla, engga akan kemana-mana, jadi engga usahlah orang puasa nungguin bedug.

2.      Berbuka dan Sahur
Orang yang berpuasa itu tidak boleh berbuka dan sahur, sebabnya berbuka itu adalah membatalkan puasa dengan cara makan dan minum sementara sahur itu kegiatan makan dan minum sebelum waktu imsak. Nah kalo orang berpuasa terus berbuka, maka batal dong puasanya.

3.      Taraweh
Orang berpuasa tidak boleh untuk taraweh, sebabnya orang yang berpuasa di bulan Ramadhan itu dilaksanakan pada siang hari sementara tawareh itu dilaksanakan pada malam hari seusai shalat Isya. Jika ada orang yang berpuasa terus melaksanakan taraweh, bilang sama orang itu, mana ada taraweh siang hari.


Demikianlah 3 hal yang tidak boleh dilakukan saat orang sedang berpuasa di bulan Ramadhan,  sebenarnya sih masih banyak tapi males ah nyebutin satu persatu, lagi lelah aku. Semoga Ramadhan tahun ini bukanlah Ramadhan tahun kemarin.

Wednesday, May 18, 2016

Final UCL 2016 : Real Madrid vs Atletico Madrid

Minggu, 29 Mei 2016 pukul, ah sakit ah kalo dipukul. Liga Champions Eropa musim 2015/2016 akan memasuki babak final. Tentu kita tau siapa kedua tim yang masuk final? Ya tepat sekali, tim yang masuk final itu adalah  tim yang menang di semifinal. Di final ucl musim ini akan mempertemukan dua tim yang sama-sama berasal dari Kota Madrid, dan Kota Madrid itu berada di Spanyol, sementara Spanyol itu berada di Eropa, lalu Eropa itu bukanlah Benua Asia. Sementara Indonesia itu berada di Benua Asia, jadi jangan harap final liga champions eropa musim ini berasal dari klub-klub liga Indonesia, misalnya Persib lawan Persipura.

Final UCL antara Real Madrid vs Atletico Madrid tentu mengingatkan saya akan final dua tahun dimana saat itu juga finalnya Real Madrid vs Atleico Madrid yang dimenangkan oleh Real Madrid dengan skor 4-1, waktu itu saya engga nonton pertandingannya karena lupa bangun tidur, padahal engga inget kalo alarm engga diidupin, akhirnya kebablasan sampe subuh dan pas nyetel tivi, pertandingannya udah kelar. Saya sedih, engga bisa nonton. Jadi cuma ngeliat beritanya doang di tivi, itu juga tivinya dipaksa buat ditonton. Sebenarnya sih dia itu engga salah apa-apa, tapi tuntutan ekonomi, dia berbuat seperti itu. Sebut saja namanya Mawar ( Bukan nama samaran). Mawar ini adalah sejenis bunga. Terus si mawar ini saya petik, tanpa memperhatikan batangnya, jari telunjuk saya terkena durinya, dan saya berdarah. Saya laporkan kejadian ini kepada pak polisi, namun saya bingung gimana caranya buat ketemu pak polisi ini. Akhirnya saya memutuskan untuk mengendarai motor di jalan raya tanpa helm, tanpa membawa stnk dan sim. Saya pun ditilang sama pak polisi di jalan, semenjak itu saya berani lagi engga bawa helm, stnk sama sim kalo jalan kaki. Kembali lagi ke prediksi final ucl musim ini. Jika dilihat dari statistic tapi saya malas ngeliatnya, jadi saya males buat jelasinnya. Liat aja statisticnya di gugel, cari aja sendiri ya.
sumber


Final UCL musim ini diadakan di Kota Milan, ya tepatnya di Stadion Gueseppe Meazza kandangnya Inter Milan dan Stadion Sansiro kandangnya AC Milan. Baru kali ini Final Liga Champions diadakan di dua stadion. Gimana ya cara bertandingnya kalo main di dua stadion? Apa mungkin babak pertama di Stadion Gueseppe Meazza dan babak kedua di Stadion Sansiro? Kalo kayak gitu repot juga ya pindah stadion, apalagi penontonnya, kalo ada penonton yang mager buat pindah kan jadi repot juga panitia, lagian sih finalnya di dua tempat. Misalnya loh saya udah pewe duduk di tribun vip, terus babak pertama udahan, masa udah enak-enak di vip diusir buat pindah? Kalo bayar tiket lagi gimana? Wah untung panitia. Hmmm atau jangan-jangan Real Madrid yang main di Gueseppe Meazza terus Atletico Madrid main di Sansiro? Kalo main kayak gini, adil dah, jadi kedua tim engga usah repot-repot buat berebutan bola di lapangan. Selain itu juga gawang lawan kosong engga ada kiper musuh, jadi bisa ngegolin banyak gol. Gimana? Pasti serukan kalo tandingnya kayak gini?

Bagi yang mau nonton langsung Final UCL di Milan, saya himbau jangan lupa bawa. Terserah bawa apa.

Beranjak ke line up kedua tim. Berikut ini adalah line up yang kemungkinan diterapkan oleh kedua menager dari masing-masing tim.
Real Madrid                : menurunkan 11 pemainnya, mulai dari kiper, bek, gelandang, dan striker.
Atletico Madrid          : sama kayak Real Madrid, cuma yang dipake oleh Atletico adalah pemainnya sendiri bukan pemain Real Madrid.

Meski kedua tim akan menurunkan 11 pemainnya di lapangan, namun kedua tim tersebut tidak akan menurunkan seluruh skuad utamanya. Lah gimana? Ini kan final, masa engga nurunin seluruh skuad utamanya. Bayangin aja coba kalo seluruh skuad utamanya mulai dari u12, u13, u15, u17, u21, u23, tim B, skuad utama musim lalu, dua musim lalu, tiga musim lalu sampe skuad utama musim pertama berdiri ikut turun. Itu mau main sepakbola?

Untuk jalannya pertandingan nanti, saya akan memprediksi bahwa ada pemain yang menendang bola, mendribel bola, berlari, menekel temen, terjatuh terus engga bangun-bangun karena udah pewe tiduran di lapangan, seleberasi kalo terjadi gol ke gawang… sendiri, menangkap bola dengan tangannya ( ini khusus untuk kiper ya, jadi kalo anda mau main bola terus engga jadi kiper, anda bisa nangkep bola, ya kalo bolanya keluar lapangan, kan ada lemparan ke dalam ) dan masih banyak lagi. Namun jangan sekali-kali anda mengharapkan ketika jalannya pertandingan ada pemain yang duduk santai di lapangan sambil gelar tiker terus makan-makan, kenyang terus tiduran abis itu selfi di tengah lapangan, jangan diharapkan ya.

Terus siapa nih yang menang? Kalo dilihat-lihat sih Madrid yang bakal menang, ya kalo engga Realnya ya Atleticonya. Gimana menurut kamu? Siapa yang bakal juara ucl musim ini?


Oh iya sayangnya final kali ini Real Madrid tidak akan menurunkan Ronaldo.
sumber

Thursday, May 12, 2016

Ice Cream Untuk Wakamiya


Dihari sabtu yang cerah ini, Coklat, Ival dan Wakamiya sedang beristirahat di kantin sekolah.

“Cie cie yang besok ultah,” ejek Ival yang duduk di hadapan Wakamiya.
“Cie cie yang nambah tua,” ejek Coklat sambil membelakangi Wakamiya, “Loh kok, Wakamiya engga ada sih?”
“Hey Coklat, aku tuh di belakang kamu huh.”

Seketika Coklat pun membalikkan badannya ke hadapan Wakamiya.
“Oh iya ya, eh ngomong-ngomong kamu engga mau dikasih kado apa?” tanya Coklat.
“Lah kamu malah nawarin engga kasih kado? Orang mah kasih aku kado mobil, biar aku seneng.”
“Iya kamu seneng, tapi aku sedih gara-gara kemahalan.”
“Emang kamu suka apa Wakamiya?” tanya Ival.
“Aku suka ice cream…,” singkat Wakamiya.

Mendengar kata ice cream, Coklat dan Ival langsung bergegas meninggalkan Wakamiya yang duduk sendiri.
“Eh tunggu,” kata Wakamiya.

Coklat dan Ival tak pedulikan kata tunggu yang terucap dari mulut Wakamiya, keduanya berusaha mencari ice cream di sekolah. Mulai dari abang tukang bakso, mie ayam, nasi goreng, goreng-gorengan, koperasi yang menjual alat-alat tulis sampai tukang nasi uduk, mereka tanyakan apakah ada yang menjual ice cream. Sayangnya, dari semua penjaja makanan di kantin, tak ada satupun yang menjual ice cream. Akhirnya, Coklat dan Ival menyadari bahwa menanyakan ice cream ke pedagang yang tidak menjual ice cream adalah sebuah kesalahan.

“Nyesel gue Val, nanya sama tukang bakso sampai tukang mie ayam, engga ada satu pun yang jual ice cream.”
“Iya Klat, gue juga nyesel, buang-buang waktu aja.”
“Ternyata ini salah kita Val, nanya ice cream sama pedagang yang engga jual ice cream.”
“Iya Klat, betapa bodohnya kita Klat.”
“Ini bukan kesalahan kita Val, tapi kesalahan penulisnya yang udah nyuruh kita buat nyari ice cream ke pedagang yang engga jual ice cream.”
“Betuuul!”
Lah penulisnya yang disalahin?

Singkat cerita ketika pulang sekolah, Coklat dan Ival mulai bersaing mendapatkan ice cream untuk Wakamiya. Dengan masih memakai seragam sekolah, keduanya kini sudah sampai di depan sebuah minimarket. Wajah-wajah bahagia terpancar dari keduanya, seperti melihat surga, kayak udah pernah melihat surga aja.
“Pasti ada ice cream Val, di minimarket ini.”
“Betul Klat, ayo kita bersaing!” semangat Ival sambil menunjuk jarinya ke hidung.
“Eh Val, lihat ada kamera di atas sana!” sua Coklat sambil menunjuk kamera cctv yang terletak di bagian luar pojok kanan atas dari minimarket ini. “Itu artinya kita masuk tivi Val. Coba deh lo bergaya-gaya.”
“Wah iya ya.”

Ival pun mulai terpengaruh oleh omongan Coklat barusan. Dia bergaya-gaya bak model yang gagal casting di sebuah acara tivi seperti salto, berjalan dengan kepala, makan pakai baju dan lain-lainnya, sementara Coklat mulai beranjak masuk ke dalam minimarket. Beberapa detik kemudian, Ival mulai menyadari kalau dia dikerjai oleh Coklat.
“Aduh, aku ketipu oleh ucapan Coklat, sementara dia sudah masuk ke dalam, gawat!”

sumber



Coklat kini sudah di depan freezer yang di dalamnya terdapat beragam macam ice cream. Awalnya Coklat bingung, mau membeli ice cream rasa apa untuk Wakamiya. Coklat hanya bengong di depan freezer. Setelah menikmati kebengongannya dalam 10 tahun, akhirnya Coklat memutuskan untuk membeli ice cream seharga lima ribuan. Kenapa membeli ice cream seharga limaribuan? Karena hanya ice cream itu yang tersisa satu-satunya. Coklat pun membuka pintu freezernya perlahan-lahan, Perlahan-lahan pula tangannya masuk mengambil ice cream satu-satunya itu, namun tanpa disangka ada tangan seseorang yang memegangi lengan Coklat. Coklat pun terkejut, dia melihat orang itu adalah Ival, saingannya.
Saking konsennya melihat Ival, Coklat tidak sadar bahwa ice cream yang ingin diambilnya itu sudah tiada, yang sabar ya ice cream, engga nyangka loh kalau ice creamnya kini sudah tiada. Coklat memalingkan wajahnya ke hadapan Ival, Coklat terkejut melihat sosok Ival sudah tidak ada. Lalu Coklat mengalihkan penglihatannya ke arah kasir, ya tanpa dia duga sosok Ival sudah bersiap membayar ice cream di kasir.
“Ah, aku kena jurus ilusi.”

Di depan kasir, Ival tersenyum karena sudah mendapatkan ice cream. Dengan senyumnya pula, dia bersiap-siap untuk membayar ice cream tersebut. Namun sang kasir yang berjenis kelamin perempuan menolak pembayaran dari Ival.
“Loh kok engga bisa sih mba?”
“Iya kakah, soalnya disini itu kalo bayar harus pakai uang kakah bukan pakai senyuman.”
“Aduh!”
Rupanya Ival terlalu fokus dengan kalimat senyuman yang penulis buat, tak dinyana dia tertipu.

Kini Ival mengeluarkan uang dari dalam dompetnya. Ketika hendak melakukan transaksi tiba-tiba Coklat berdiri di sampingnya dan menanyakan tentang materi kalkulus diferensial kepadanya.
“Val, kalo turunan dari (4x2 + 6) dikali (3x – 2) berapa ya Val?
“Hmmmm bentar-bentar, gue ambil buku tulisnya dulu ya di dalam tas.”
“Ok, Val.”

Ival pun teralihkan oleh pertanyaan dari Coklat, dia kini sibuk mencari jawaban tersebut, sementara Coklat sudah keluar dari minimarket menuju kediamannya Wakamiya. Setelah mengotak atik jawaban tersebut akhirnya Ival menemukan jawabannya.

“Oh itu hasilnya 36x2 – 16 x + 18, Klat,” ujar Ival memberi jawabannya, seketika Ival diam sejenak melihat Coklat yang sudah tidak ada di minimarket, “Aduh, ketipu lagi aja gue.”

Dalam perjalanan menuju kediaman Wakamiya, wajah Coklat cengengesan karena dia berhasil mendapatkan ice cream satu-satunya. Tanpa diduga, Coklat sudah bertemu Wakamiya di jalan. Ini kesempatan untuk seorang Coklat memberi ice cream untuk cewek yang dikaguminya tersebut.
“Eh Wakamiya, engga nyangka yah kalo kita ketemu di jalan.”
“Eh abang Coklat, iya. Hmmm mana bang ice cream buat akunya.”
“Ini.” Coklat pun memberi ice cream untuk Wakamiya, dan Wakamiya pun senang bukan main. Senyumnya manis dia tunjukkan kepada Coklat. “Gimana, kamu senengkan?”
“Seneng dong.”

Booom! Tiba-tiba sosok Wakamiya berubah menjadi sosok Ival. Coklat dibuat terkejut.
“Hehehe, makasih Klat. Gue dapet ice creamnya.”

Ival pun bergegas lari meninggalkan Coklat yang masih berdiri seolah tak percaya kalau dia sudah ditipu. Coklat tak lantas mengejar Ival yang berlari, dia diam sejenak lalu mengambil kantong plastik dari dalam tasnya.
“Hehehe, ice cream aslinya masih di sini Vaaal,” ujar Coklat membuka isi bungkusan plastiknya.

Sementara Ival yang terus berlari meninggalkan Coklat dibuat terkejut ketika ice cream yang ada ditangannya berganti menjadi kertas kosong.
“Hah, kertas kosong? Sial, dia menggunakan jurus pengganti benda!”

Langkah Ival pun terhenti, dia berdiri menatap langit yang biru. Melihat awan-awan yang berlarian di atas. Sejenak terbesit sebuah ide dalam pikirannya. Ide tersebut adalah membeli ice cream lain untuk Wakamiya, soalnya dia yakin masih ada yang jual ice cream di kotanya.
“Engga kepikiran loh, seharusnya gue beli ice cream lagi aja ya?”

***
Malam pun tiba, tepat jam 12.00 waktu setempat, Coklat dan Ival sudah berdiri di depan pintu rumah Wakamiya. Tok tok tok, suara ketukan pintu diiringi suara panggilan Wakamiya dari Coklat dan Ival, Wakamiya yang masih belum tidur lalu membukakan pintu rumahnya. Saat membukakan pintu, Wakamiya terkejut melihat sosok Coklat dan Ival yang berubah menjadi tampan seperti Aliando dan Al.
“Eh kalian berdua, ada apa ya?”
“Ini, kita mau ngasih kado special buat kamu,” ucap serentak Coklat dan Ival.
“Hmmm kado apa ya?”
“Ice cream,” kompak keduanya.
“Haaaaah, ice creaaaam! Buang ajaaaaaa! Aku engga suka sama ice creaaaam!”
“Lah, tadi pagi di sekolah kamu bukannya suka ice cream?” tanya Coklat.
“Makanya kalian dengar dulu orang ngomong. Aku suka ice cream itu dulu, tapi sekarang aku sukanya martabak. Ya namanya juga selera makanan bisa berubah-ubah.”
“Tidaaaaaaaak!” teriak Coklat dan Ival.

Efek suara yang mereka timbulkan membuat keduanya terpental dari depan rumah Wakamiya dan terbang ke langit. Tuiiiiiing, di langit yang tinggi keduanya pun meledak menimbulkan suara dan cahaya seperti kembang api, dor dor dor.

Sunday, May 8, 2016

Sunday, May 1, 2016

Ken!


****
Pagi datang, saat mentari mulai bangun dari mimpi indahnya. Secangkir kopi dan sepotong roti menjadi teman kala pagi ini terambut di halaman rumahnya. Jo menikmati semua. dia melihat hape yang tergeletak di atas meja sarapannya lalu mengambilnya.
“Doain aku semoga hari ini sukses,” ujar Jo sambil mengirim pesan bbm kepada Bunga.

Tahap demi tahap, Jo menelan sepotong roti yang sudah terkunyah di dalam mulutnya, tak luput dia menenggak secangkir kopi sebagai penutupnya. Tak berselang lama, Jo memuntahkan kembali cangkir yang tenggaknya.
“Sial, gue lupa bukannya minum air kopi malah minum cangkirnya.”

Hapenya bergetar, tanda pesan bbm masuk.
“Iya aku doain kok, tetap semangat ya menghasilkan sebuah karya yang bermakna dan diterima oleh semuanya,” Jo membaca pesan dari Bunga.

Sarapan pagi pun usai dia lakukan, dia merapikan kursi kembali tertata rapih seperti awal semula dan kemudian berangkat ke basecamp.

Di tempat lain pun, Didi juga bersiap menuju basecampnya. Dia berharap kali ini tak ada lagi penghalang atas apa yang telah dia kerjakan.
“Moga-moga aja kali ini lo engga buat alasan lagi, udah cukup buat orang lain kecewa atas kemauan lo, Jo.”

Di kediaman Ken, ayahnya begitu mengkhawatirkan anaknya itu yang sejak kemarin sore tak ada kabar. Sebelum memulai harinya bekerja, dia sempatkan untuk kembali menghubungi anaknya itu.
“Ken kamu dimana? Biasanya kalo laper kamu itu pulang,” ucapnya dalam hati.

Tak ada jawaban yang terangkat dari hapenya. Ayahnya semakin khawatir. Dia berulang-ulang kali menghubungi anaknya itu, namun lagi-lagi tak ada jawaban yang diterimanya. Sang ayah tak menyerah begitu saja, dia terus menghubungi Ken, tiba-tiba sang ayah dibuat terkejut oleh suara perempuan yang mengangkat panggilannya. Ayahnya heran, sanag ayah begitu mengenal Ken, selama ini sang anak tidak punya pacar.
“Maaf, silahkan isi ulang kembali pulsa anda sebelum melakukan panggilan.”
“Kamu siapa? Kamu pacarnya Ken ya?”
“Maaf, silahkan isi ulang kembali pulsa anda sebelum melakukan panggilan.”
“Buktinya saya bisa menghubungi kamu, atau jangan-jangan anda ini orang yang sudah mencuri hape anak saya ya?”
“Maaf, silahkan isi ulang kembali pulsa anda sebelum melakukan panggilan.”
“Mengaku sajalah. Saya akan laporkan anda ke polisi.”
“Gue operatoooooooor!”
“Oh bilang dong.”

***
Tepat pukul 7.30 semua sudah sampai di basecamp, namun tak terlihat Ken. Hal yang tak biasa terjadi, semua anggota band duduk-duduk di sofa sambil menanti Ken.
“Itu anak kemana lagi?” tanya Jo.
“Engga tau, engga biasanya dia engga datang terlambat kaya gini,” ucap Rey.
“Di, lo telepon si Ken gih, gara-gara dia bisa-bisa acara kita batal nih!” lantang Jo.
“Iya gue coba hubungi dia,” ujar Didi.
Didi mencoba menghubungi nomor Ken. Tuuut… tuuut… tuuut, tak ada jawaban saat Didi menghubunginya.
“Engga ada jawaban, gue coba lagi.”
“Cepet!” tegas Jo.

Berulang kali Didi menghubungi Ken namun tak ada jawaban. Sudah lima belas menit berlalu, mereka masih menunggu Ken di basecamp. Didi tampak gelisah ketika jam ditangannya sebentar lagi menunjuk angka delapan.
“Oh iya, semalem kan katanya dia nginep di sini,” ucap Eda.
“Nginep apa diusir dari rumah?” tanya Jo.
“Kalo nginep seharusnya dia udah bangun dari tadi?” ujar Didi.
“Lah kayak engga tau dia aja lo, dia kan tukang tidur,” ujar Sam.
“Sejak kapan dia jualan tidur?” tanya Didi.
“Maksud gue Di dia itu suka bangun siang, bukan dia jualan tidur,” jawab Sam.
“Ya udah kita cari di kamar,” ujar Jo.

Anak-anak pun mencari Ken yang mungkin tidur di salah satu kamar di sini. Satu per satu kamar mereka masuki, namun tak ada satupun kamar yang ditempati Ken.
“Mending kita tinggalin aja tuh si Ken!” Jo saat berada di salah satu kamar.
“Engga Jo, kita harus ke sana semua,” ujar Didi.
“Anggap aja dia mundur!”
“Engga-engga, gue engga setuju. Dia engga ada di sini kok, sok tau lo Jo kalo dia jalan mundur,”  ujar Didi.
“Maksud gue mundur dari band, bukan jalannya yang mundur!”

Satu persatu anak-anak Vision keluar dari kamar. Mereka kembali ke ruang utama basecamp ini.
“Ya udah tinggalin aja tuh anak, lagian tanpa dia kita masih punya gitaris!” tegas Jo.
“Ya udah kita ke sana tanpa dia,” Didi pasrah.
“Sob, bentar ya gue mau ke belakang sebentar,” ucap Rey hendak buang airkecil.
“Jangan lama-lama lo,” pinta Jo.

Didi, Jo, Sam dan Eda masih duduk di atas sofa masing-masing. Tak berselang lama, terdengar Rey berteriak dari belakang.
“Keeen…!”
Mendengar teriakan Rey, semua yang ada di ruang utama cuek-cuek aja.
“Kenapa tuh anak?” tanya Jo.
“Engga tau, kita ke sana aja,” jawab Didi.

Semua terpanggil atas teriakan Rey dari belakang basecamp ini. Sampainya di ruang belakang mereka melihat Rey menangis di depan pintu belakang, lalu tanpa basa-basi mereka segera menghampiri dia.
“Rey, kenapa lo?” tanya Jo.
“Itu… itu… itu Ken…,” ucap Rey menunjukkan jarinya ke arah Ken, tertegun melihat mayat Ken terbaring dengan penuh darah di halaman belakang.

Mata semua melihat betapa Ken tewas dengan sadis. Penuh luka di telapak tangannya bekas tusukan benda runcing, begitupula dengan mulutnya yang masih tertancap linggis. Rasa tak percaya menghampiri di setiap kepala mereka, hingga timbul sebuah pertanyaan, siapa yang sudah melakukan ini?
“Ken..!” teriak yang lain.
“Siapa yang udah ngebunuh dia?” tanya dalam hati Didi.
“Menurut gue sih yang bunuh dia itu ya yang bunuh dia,” jawab Jo.

Usai melihat kenyataan yang terjadi di depannya, mereka hanya diam seolah tak percaya dengan kenyataan. Di halaman belakang bacesamp itu mereka masih berdiri melihat temannya yang sudah tak bernyawa.
“Ken… keji banget orang yang udah buat lo seperti ini,” ujar Sam dengan rasa takutnya melihat Ken yang sudah tak bernyawa.
“Di, lo telepon bokapnya dan gue telepon polisi sama ambulan, yang lain biarkan mayat dia seperti ini dan jangan biarin mayatnya kabur,” ucap Jo.

Didi pun menghubungi ayahnya Ken, sementara Jo menghubungi pihak polisi dan rumah sakit.
“Apa!” ujar tak percaya ayah Ken ketika Didi menghubunginya.
“Iya om, dia seperti itu,” ujar Didi.
“Om akan segera ke sana.”

Seketika telepon ditutup. Ayahkan yang sedang bekerja di kantornya, langsung saja meminta izin dan bergegas ke basecamp. Dia berangkat dengan sebuah mobil yang dikendarainya. Tampak terlihat wajah tak percaya ketika mendengar anaknya tewas dengan cara sadis. Ada rasa sedikit penyesalan yang melekat di dalam hati sang ayah.
“Maafkan ayah Ken, tak seharusnya kemarin ayah marah pada kamu… seandainya itu tak terjadi, mungkin hari ini ayah masih bisa melihat senyum kamu.”

Mendengar ucapan dari ayahnya itu, Ken lalu tersenyum. Seketika teman-teman dan ayahnya pun bingung dibuatnya.
“Payah nih anak, acting matinya engga bisa!” ujar Jo.

 “Maklumlah gue terharu bahagia,” cetus Ken