Thursday, March 31, 2016

Coklatshit part 8 (End)

Edisi sebelumnya di sini

Usai mendapat pengarahan dari bapak kepala sekolah, para siswa pun bersiap memasuki gedung kampus. Sebelum para siswa membubarkan barisan, tiba-tiba Coklat mengacungkan tangannya ke atas.
“Pak kepala sekolah ijin dong, saya ingin buang air!”
“Makanya nak, jangan suka minum air, kan sayang airnya diminum terus dikeluarin lagi aja, mubajir itu. Ya sudah, kamu ke kamar mandi, cepat ya lima menit saja.”
Setibanya di kamar mandi, Coklat langsung mencari ember yang berisi air. Satu persatu air yang di dalam ember tersebut dia buang.
“Ah lega, airnya udah gue buang semua.”
Puas membuang-buang air di kamar mandi, Coklat segera kembali berkumpul dengan teman-temannya, namun Coklat terlebih dahulu ngaca di cermin kamar mandi untuk memastikan bahwa dirinya ganteng tiba-tiba hal yang tak diinginkan terjadi. Pletak! Cerminnya pecah. Coklat terkejut, lalu dia menoleh ke belakang, belum sempat menoleh ke belakang, tiba-tiba ada seseorang yang memukulnya dengan sebuah balok kayu. Coklat pun engga pingsan malah orang yang mukulnya pingsan.
“Yah dia malah pingsan, padahalkan dia yang mukul loh, aneh.” ujar Coklat sambil melihat orang berbaju hitam, celana hitam, pakai topeng hitam dan sepatu hitam tergeletak di kamar mandi.
Seharusnya kan ELOO yang pingsan KLAAAAAAT!
“Oh gitu ya, ya udah aku pingsan deh, ah.”

Kembali ke lapangan dimana para siswa SMA Harapan Nusantara berkumpul. Resah dan gelisah menyelimuti wajah sang kepala sekolah, karena sudah 5 menit lebih Coklat tak kembali ke lapangan.
“Bu Riny kok Coklat belum kembali juga ya?”
“Iya pak, saya jadi khawatir loh sama dia.”
“Saya justru tidak bu hahahaha.”
“Hahahaha bapak bisa aja.”
“Hahahahahahahahaha.” para siswa pun ikutan ketawa.
Doooor Dooor! Suara dua tembakan peluru terdengar dari atap gedung kampus. Pak kepala sekolah, guru dan siswa SMA Harapan Nusantara dibuat terkejut. Pandangan mereka pun langsung tertuju ke sebelah kanan, padahal arah suaranya dari kiri.
“Loh kok engga ada siapa-siapa ya Bu Riny, padahalkan tadi ada suara tembakan?”
“Iya pak, aneh ya.”
“HEY KALIAAAN! LIATNYA KE ARAH ATAS KIRI BUKAN KANAAAAAN!” teriak seseorang dari atap gedung.
Bu Riny dibuat terkejut ketika melihat sosok orang yang ada di atas gedung kampus.
“Vanila.” ujar pelan Bu Riny, bahkan saking pelannya, semut yang lagi nyender di atas sepatu Bu Riny engga ngeh kalo Bu Riny lagi ngomong.
“Bro, tadi Bu Riny ngucapin kata Vanila ya?” kata semut 1.
“Wah bro, gue engga denger, perasaan lo aja kali.” jawab semut 2.
“Iya kali ya.”

Vanila adalah sosok cowok Bu Riny selama ini, selain terkejut oleh sosoknya, Bu Riny juga terkejut melihat seluruh mahasiswa kampus ini yang berjumlah 10.000 orang beserta Coklat yang terikat di atas gedung, jadi jumlah orang yang ada di atap gedung kampus ada 10.005, loh kok segitu? Ya segitu, soalnya kan ada 10.000 mahasiswa ditambah seorang Coklat ditambah seorang Vanila sama ketiga temennya lagi nyandera mereka semua.
“Mau apa kamu Vanilaaaaa?!” teriak Bu Riny dari bawah gedung.
“Aku mau kita balikan lagiiii, aku engga mau ada orang yang deketin kamu, kayak si Coklat iniiiiii! Udah itu aja.”
“Tapi aku udah engga cinta sama kamuuuuu!”
“Kamu harus cinta sama akuuuu atau semua orang yang aku sandera bakalan aku matiiiiin!”
Bu Riny lalu terunduk diam sejenak, perasaannya kini bercampur aduk memilih untuk menyelamatkan 10.001 nyawa atau mencintai seseorang yang tak dicintainya. Sementara bapak kepala sekolah bersama guru-guru lain dan para siswa sedang duduk menikmati adegan dramatis tersebut dari panggir lapangan sambil makan popcorn.
“Wah, dramatis sekali ya anak-anak?”
“Iya paaaaak.”
“Kalo kalian ada diposisi Bu Riny, apa yang bakal kalian lakukan?”
“Anu pak, kalo saya sih bakalan timpuk bapak kepala sekolahnya, orang lagi gawat malah enak-enak ditonton.” jawab Ival.
“Wah, bagus-bagus. Ada yang lain?”
“Anu pak, kalo saya sih bakalan ngeluarin kame-kameha pak terus saya arahin ke bapak, orang lagi gawat malah enak-enak ditonton.” jawab Tiar.
“Wah kalian ini kompak ya, bisa sama jawabannya.”
“Iya dong paaaak.” serentak Ival dan Tiar.

Dari atas gedung, wajah Coklat mulai ketakutan, dia tidak bisa lari dari keadaan seperti ini, tangan dan kakinya terikat erat oleh sebuah tambang yang berdiameter 1 meter. Jika batangan tambang berbentuk lingkaran dan mempunyai diameter 1 meter, hitunglah berapa luas batangan tambang tersebut? Loh kok malah soal. Terik matahari disiang hari membuat keringat dari dahi Coklat mulai keluar, dan perlahan-lahan pula satu tetes keringat Coklat akan segera jatuh ke lantai atap gedung ini.
“Bu Riny jadi gimana, mau terima aku lagiiiii?!”
“Aku… aku…” Bu Riny tertunduk, dia menoleh ke arah Pak kepala sekolah.
Sorak sorai dari kepala sekolah dan para siswanya mendukung Bu Riny.
“Terimaaa terimaaa terimaaaa…”
Demi menyelamatkan orang banyak, akhirnya Bu Riny…
“Aku…”
Satu tetes keringat Coklat kini sudah jatuh dan menyentuh lantai atap gedung kampus, dan… orang-orang yang berada di atap gedung mulai panik, gedungnya perlahan-lahan akan runtuh.
“Hey, kenapa ini?!” tanya Vanila dengan wajah paniknya.
“Engga tau bos, kayaknya mau runtuh dah gedungnya.”
“Oh, ya udah biarin aja.” ujar Vanila dengan santai
Itu akibat dari satu tetes keringat seorang Coklat. Bluuuuur! Gedungnya resmi runtuh. Dan setelah itu… semua kembali ke part 1 dimana duduklah seorang anak laki-laki dari SMA Harapan Nusantara, yang bernama Coklat lagi mengkhayalkan tentang seorang guru baru.
“Klat, bengong aja lo.” tegur Ival yang duduk di samping Coklat.
“Val, gue denger…”
“Gue juga denger Klat, lu kira gue budeg.”
“Ih maksud gue, gue denger ada guru mtk baru, cewek lagi, cantik lagi.”
“Ah udah biasa.”
“Hah biasa?”
“Ya iyalah, yang namanya cewek itu cantik dah biasa, kalo cewek ganteng itu baru luar biasa.”
“Njir.”
Bel masuk kelas pun berbunyi, wajah-wajah bahagia kini tersematkan kepada Coklat yang berharap guru baru tersebut sesuai dengan khayalannya selama ini. Perlahan-lahan seorang guru berjalan memasuki ruang kelas, dan wajahnya kini muncul di hadapan para siswa. Sekejap saja, wajah Coklat yang bahagia berubah menjadi duka, karena guru baru yang diharapkannya tidak jadi mengajar di sekolah ini, ya pada akhirnya Coklat tetap diajari oleh guru lama.
“Ok anak-anak, hari ini siapa yang tidak masuk?” tanya pak guru dengan wajah yang sedikit tua.
“…”
“Wah lagi-lagi, si Coklat engga masuk, kemana dia hari ini, ada yang tau?”
“Saya masuk paaaaaak!” teriak Coklat sambil mengacungkan tangannya.
“Lah tadi kata temen-temen kamu, kamu engga masuk.”
“Bodo ah!”

Tamat


Sunday, March 27, 2016

Coklatshit parte 7

Edisi Sebelumnya Disini

Seluruh anak ipa tujuh kembali ke kelas mereka. Kini mereka sudah berganti seragam, mereka terlihat duduk rapih di bangku masing-masing. Mereka yang duduk manis bersiap-siap menyambut kedatangan Bu Riny, ya guru kesayangan Ival dan Coklat. Setelah bel tanda pergantian pelajaran berbunyi, Bu Riny pun masuk, dia masuk tepat waktu, itu terbukti ketika Coklat memegangi stopwatch di tangannya.
“Ah tepat waktu.” kata Coklat.
“Ini baru guru teladan.” sambut Ival.
Mereka sampai segitunya nyambut Bu Riny tapi sudahlah. Kini Bu Riny duduk di bangkunya, dia tersenyum manis, wajahnya tampak ceria tak seperti kemarin.
“Wah ibu sekarang ceria ya, engga kayak kemarin, udah sembuh bu?” tanya Coklat.
“Sudah, kamu perhatian ya sama ibu?”
“Ya dong bu, aku tuh engga bisa sehari aja tanpa diajarin sama ibu, kalo engga diajarin sama ibu dunia ini terasa hampa bu. Kehampaan hatiku itu bu seperti malam tak berbintang, dan hanya kepiluan yang selalu menemani hari-hariku, bu.”
“Lebay kamu.”

Bu Riny lalu terbangun dari tempat duduknya sambil membawa selembar kertas. Di hadapan anak-anak ipa tujuh, Bu Riny memberi pengumuman.
“Anak-anak ini ada pengumuman, bahwa besok itu hari…”
“Libur bu ya? horeee…” celetuk Tiar kegirangan.
“Bukan, sok tau kamu deh. Besok itu hari…”
“Hari Selasa bu!” celetuk Coklat.
“Huh… anak tk juga udah tau kalo besok hari Selasa, bisa ibu lanjutkan. Ok besok itu hari Selasa bener kata Coklat.”
Gubrak! Bu Riny ternyata melawak di depan kelas. Bu Riny kembali melanjutkan pengumumannya di depan kelas.
“Selasa besok…”
“Selasa besok dan Minggu itu kemarin bu!” celetuk Ival.
“Iya deh, apa kata kamu aja. Selasa besok itu kita akan ada perkenalan kampus di Jakarta.”
Mendengar apa yang barusan Bu Riny katakan, seluruh anak ipa tujuh pada lompat kegirangan. Ya mereka menganggap ini sebuah liburan, dasar.
“Horeee…”
“Waw, jadi kita besok bakal ketemu mahasiswi kampus bu ya?” tanya Coklat senang.
“Iya betul Coklat, kayaknya kamu seneng deh kalo ketemu mahasiswi kampus.”
“Iya dong bu, hehehe.”
“Tapi sayang, mahasiswi kampusnya engga seneng ketemu sama kamu.”
Seketika Coklat terhening, dia cuma diam sambil manyunin mukanya. Hahaha kasian dia dicengin sama Bu Riny.

Bu Riny masih duduk di depan sambil membaca selembar surat di tangannya. Dia memberikan pengarahan apa-apa yang harus dilakukan dan dipersiapkan esok hari.
“Oh iya, besok kita kumpul di sekolah jam enam pagi, itu dikarenakan perjalanan cukup jauh.”
“Bukan jauh-jauh lagi bu, emang jauh banget apalagi kalo jalan kaki, beuhh jauh bangget.” celetuk Coklat.
“Kamu aja yang jalan kaki sana!”
“Bu, kita ke sananya naik apa?” tanya Sweety.
“Kita naik bus, rame-rame kok, dan yang perlu diketahui kita naik busnya gratis alias tidak dipungut biaya, ibu tau kalau disuruh bayar kalian semua pada tidak ikut, ada alasan inilah itulah apalah.”
“Hehehe tau aja bu.” Ival cengengesan.
“Bu! Saya engga setuju kalo kita naik bus!” teriak Coklat.
“Kenapa Coklat?”
“Seharusnya kita masuk ke dalam busnya bu, bukan naik busnya bu, kalo naik itu di atas bu.”
Plak! Entahlah itu suara apa yang jelas Coklat hanya bisa termenung dengan apa yang barusan terjadi sambil memegangi pipinya.
“Satu lagi, kita ke sana bukan acara piknik atau rekreasi, kita belajar di sana mengenal seperti apa dunia kampus.”
“Hmmm… berarti kalo bawa makanan ringan banyak-banyak engga boleh ya bu?” tanya Tiar.
“Tepat Tiar, kita bawalah secukupnya.”
“Iyalah Tiar, kalo bawa makanan ringan banyak-banyak itu udah jadi makanan berat.” celetuk Ival.
“Betul bu, yang terpenting kita ke sana pake baju bu!” teriak Coklat.
“Iya, betul itu.”
“Pake celana juga penting bu, gimana hayo kalo ke kampus cuma pake baju doang engga pake celana juga, hayooo.” ujar Ival.
“Iya, anak SD juga tau kalau itu mah Ivaaal!”
“Bu tapi ada yang lebih penting dari sekedar membawa baju sama celana bu!” teriak Tiar.
“Iya apa itu, Tiar?”
“Bawa diri bu, itu penting bu soalnya kalo engga bawa diri berarti engga diajak dong bu, ketinggalan.”
Bu Riny hanya terunduk lesu mendengar masukan dari mereka yang engga berbobot. Sabar bu ya.
“Ya ya, saran dari kalian ini cukup bagus.”
Dasar anak-anak ipa tujuh, mereka kasih saran yang engga penting. Ada saran bawa bajulah, celanalah, bawa dirilah, emang engga berbobot sarannya.

Sementara itu di suatu rumah, cowok yang ngaku sebagai pacarnya Bu Riny sedang berdiskusi bagaimana caranya untuk menyingkirkan seseorang yang bernama Coklat itu. Akhirnya cowok yang ngaku sebagai pacarnya Bu Riny ini punya akal, ya iyalah punya akal, namanya juga manusia.
“Besok, kita akan ke kampus…” kata cowok yang ngaku pacaranya Bu Riny.
“Aduh bos, pusing gue sama skripsi di revisi mulu sama dosen, mending jangan ke kampus lah.”
“Gue juga pusing sih sebenenya, tapi bukan ke kampus kita kok, tenang aja. Kita bakal ke kampus Cahaya Bintang.”
“Ngapain? Kuliah lagi? Oh tidaaaaaak!”
“Ngawasin cewek gue, besok dia ada acara ke kampus di tempat dia ngajar, gimana? Lo semua harus ikut loh, sekalian ngerjain tuh bocah.”

***
Selasa pagi, seluruh anak kelas 12 SMA Nusantara berangkat dari sekolah menuju kampus tujuan menggunakan bus. Dalam perjalanan tersebut tidak diduga ternyata memakan waktu kurang lebih selama 6 jam. Anak-anak yang ada di dalam bus pun mulai kepanasan, terutama wilayah pantat mereka. Pantat-pantat tebal para siswa pun semakin lama semakin tipis, itu kalo yang tebal, kalo yang pantatnya tipis sudah dipastikan pantatnya lenyap. Contohnya saja Coklat, dia yang memiliki pantat tipis terpaksa membawa pantat cadangan dari rumah, begitu juga dengan Ival, namun yang paling tersiksa adalah Ucup. Ucup ini lupa membawa pantat cadangan dari rumah, sudah bisa ditebak, pantatnya menghilang.

Waktu yang begitu lama, membuat Bu Riny yang duduk di depan pak sopir pun terheran-heran, kenapa belum sampai juga. Akhirnya, Bu Riny pun bertanya kepada sang sopir.
“Pak, masih lama ya sampainya?”
“Tenang bu, sebentar lagi.”
Bu Riny yang mengintip suasana jalan dari pinggir jendela dalam bus ini tampak bingung dengan keadaan jalan sekitar yang tampak sudah dia kenali.
“Pak, kayaknya kita udah lewatin jalan ini tadi?”
“Ah masa sih bu?”
“Bener pak.”
Pak sopir pun menengok suasana jalan yang di laluinya itu. Dia melihat jalan yang sama seperti yang sudah dilaluinya beberapa waktu tadi.
“Oh pantes.” ucap pak sopir merasa tak berdosa.
“Kenapa pak?”         
“Kita nyasar, bu.” ucap enteng pak sopir.
Seluruh anak ipa tujuh yang mendengar ucapan santai pak sopir terjatuh semua dari bangkunya masing-masing. Ya emang sopir bus ini engga merasa berdosa pas ngucapin nyasar, seenak-enaknya dia ngomong kayak gitu.
“Sudah saya kira pak.” ucap Bu Riny.

Pak sopir tak kehilangan akal, sebab kalo kehilangan akal dia bisa jadi gila. Dengan jurus yang dia miliki, dia coba menggunakan jurusnya itu. Jurusnya adalah jurus kamui, kebetulan sang sopir merupakan keturunan Uciha, ya kamui ini merupakan jurus yang dapat memindahkan objek ke dimensi lain. Tidak sampai satu detik, busnya dapat dia pindahkan dan langsung sampai di kampus. Nah kalo punya jurus ini ngapain juga ya pakai acara nyasar segala?

Rombongan bus yang membawa mereka diparkirkan di parkiran kampus, ya iyalah parkiran kampus engga mungkin kan di parkiran mall atau pasar. Satu persatu siswa Harapan Nusantara turun dari bus yang mereka tumpangi. Sebelum para siswa ini memasuki gedung kampus, terlebih dahulu mereka berkumpul di lapangan parkir untuk diberi arahan oleh pak kepala sekolah. Pak kepala sekolah berdiri di hadapan anak-anak Harapan Nusantara dengan didampingi oleh guru-guru lainnya.
“Ok anak-anak, sebelum kita masuk bapak ingin memberikan arahan kepada kalian.”
“Iya paaak.”
“Bapak harap kalian di sini tidak membuat ulah, misalkan kalian manjat gedung terus lompat dari atas, gubrak! Dan akhirnya mati. Itu jangan ya, bahaya.”
“Iyaaa paaak.”
“Satu lagi, kalian juga dilarang keras untuk bertelanjang-telanjang ria di area kampus, kenapa? Nanti kalian disangka orang gila. Jangan itu, memalukan nama sekolah kita saja.”
“Oh pak ada lagi yang engga boleh!” sahut Coklat.
“Apa Coklat?”
“Itu pak, kita engga boleh jajan di kantin kampus kalo niatnya cuma ngutang.”
“Iya itu betul, tumben omongan kamu engga berbobot.”

Ini kepala sekolah sama muridnya sama aja ya, sama-sama ngasih arahan yang engga berguna. Petualangan Coklat dan kawan-kawan di kampus akan segera dimulai, disisi lain cowoknya Bu Riny sudah memiliki rencana ampuh untuk mengerjai Coklat. Kira-kira gagal lagi engga yah? Ah engga tau deh


Tuesday, March 22, 2016

cara menyontek yang aman




Disini saya tidak akan menjelaskan pengertian menyontek menurut KBBI maupun menurut para ahli, dan saya juga tidak mengulas faktor-faktor menyontek, alasan menyontek, jenis-jenis menyontek, dampak negatif menyontek, dampak positif menyontek bahkan menyimpulkan pendapat para ahli tentang menyontek. Saya hanya ingin berbagi saja bagaimana cara menyontek yang aman saat ulangan. Ingat, cara-cara ini hanya bisa dilakukan oleh profesional, baiklah tidak usah berlama-lama lagi, ini dia cara-cara menyontek yang aman saat ulangan menurut saya.
mrzero66.blogdetik.com


Pakai Helm

Mungkin sebagian kita ada yang bertanya-tanya, kenapa sih kok nyontek aja pake helm? Ini jangan dianggap remeh sobat, misalnya saja ketika kamu ulangan tiba-tiba atap kelas runtuh, otomatis runtuhan itu akan menimpa kepala kita kan? Kita jangan panik dan jangan lari sobat biarlah para peserta lain dan pengawasnya kabur dari kelas, kita harus tetap tenang agar konsen saat mengisi jawaban. Dengan helm yang kita pakai, kepala kita akan aman sobat. Alhasil inilah salah satu cara menyontek yang aman. Semoga bisa diterapkan ya.




Pakai Jurus Menghentikan Waktu 

Dengan jurus ini sobat, akan memudahkan kita dalam menyontek. Bukan apa-apa, ketika jurus ini dipakai otomatis waktu yang berjalan akan terhenti. Tak hanya waktu yang berhenti sobat tapi orang-orang juga akan diam seperti patung. Dengan demikian kita akan leluasa melihat hasil isian teman-teman kita, jadi engga takut kena marah dari peserta lain ataupun dari pengawas ulangan sobat, mudahkan. Namun kita jangan senang dulu, karena jurus menghentikan waktu ini termasuk jurus terlarang sobat, kenapa jurus terlarang? Karena si penggunanya juga akan ikut terhenti. Lebih baik janganlah pakai jurus ini. Percuma.





Menggunakan Semut Sebagai Mata-Mata Penyontek

Semut itu bisa dimanfaatkan untuk menyontek loh, jangan salah sobat, kalo salah percuma isi jawabannya. Sebelum memakai semut sebagai mata-mata penyontek, kita harus menguasai terlebih dahulu bahasa semut. Bagaimana caranya mengerti bahasa semut? Gampang, yaitu dengan mengikuti privat bahasa semut ya sama seperti privat bahasa inggris-inggris gitu lah, tapi sayangnya sampai saat ini tidak ada yang membuka jasa privat bahasa semut sob. Hmmm kita jangan menyerah, kita pasti bisa menguasai bahasa semut asal mau berusaha, benerkan sob? Ok jika tidak ada privat bahasa semut, kita bisa belajar bahasa semut langsung dari semutnya, mudah kan? 

Ok Setelah kita bisa mengerti bahasa semut. Kita ajak semutnya pas ada ulangan, baik itu ulangan harian, uts, uas maupun un. Tapi sob, jangan sekali-kali berangkat membawa seekor semut di pundak ketika mengendarai motor, itu bahaya. Bahayanya si semut bisa menghilang akibat terjangan angin badai topan tsunami ketika kita mengendarai si motor, lebih baik naik angkutan umum saja ketika berangkat, misalnya naik ojek. 

Nah pas ulangan dimulai, kita serahkan dan percayakan tugas menyontek ini pada seekor semut sob. Kita taruh semut di atas meja, biarkan si semut berkeliling mencara jawaban. Intinya ketika menunggu hasil jawaban dari seekor semut, kita harus sabar. Bukan apa-apa sob, ketika semutnya di taruh di atas meja kita, dia pasti akan menempuh jarak yang sangat jauh untuk bisa mengelilingi meja teman kita, belum lagi dia harus turun dan memanjat meja yang dia tuju. Sekali lagi, intinya sabar, setelah menunggu waktu kurang lebih 90 menit si semut pasti akan kembali dengan membawa jawabannya untuk kita, hmmm gampangkan. Oh iya sobat, saya lupa, kalo waktunya 90 menit itu biasanya ulangannya sudah selesai ya? Oh kalo gitu percuma dong dan hanya membuang-buang waktu, tepat sekali, lebih baik jangan kita gunakan semut, kasian semutnya.




Menggunakan Pulpen Pintar 

Pulpen ini bukan pulpen sembarangan sobat, ini pulpen pintar yang bisa mengisi sendiri jawaban dari seluruh pertanyaan soal ulangan. Jadinya, kita hanya diam melihat pulpennya menulis sendiri di lembar jawaban, mudahkan, kita tidak usah repot-repot mengisi jawaban ulangan. Masalahnya sob, dimana kita bisa membeli pulpen pintar ini? ini dia yang jadi permasalahannya. Kalo ada yang tau dimana, tolong beri tau saya ya sob. Oh iya jika pulpen pintar ini sudah ada di pasaran, jangan sekali-kali menggunakan pulpen pintar ini ketika UN berlangsung. Loh kenapa kenapa? Kan itu pulpen pintar. Ya, masalahnya UN itu pakai pensil sob bukan pulpen.




Menggunakan Jurus Byakugan 

Bagi yang sering nonton Naruto, pasti tau Jurus Byakugan. Ya jurus ini adalah jurus melihat dengan tembus pandang. Jadinya kita bisa melihat benda dengan jelas walau benda itu posisinya terhalang oleh sesuatu, misalnya tembok. Ini akan memudahkan kita melihat jawaban temen-temen kita sob tanpa harus memanggilnya terlebih dahulu. Walau sudah dihalangi oleh badan teman kita, kita tetap bisa melihat jawabannya sob, mudahkan. Namun jangan sekali-kali melihat jawaban dari teman cewek sob ketika menggunakan jurus ini, kalo digunakan sob, kita bisa salah fokus sob, akibatnya kita bisa gagal menyontek sob. Bukannya diisi dengan jawaban yang benar, malah diisi dengan si D pake warna merah, ukurannya 36j, itunya pake gambar spongbob atau apalah. Karena itu dosa sob jika salah fokus lebih jangan digunakanlah jurus ini. 




Membaca Pikiran 

Ini cara yang paling gampang ketika menyontek. Kita hanya duduk diam, sambil menoleh siapa orang yang akan kita baca pikirannya. Intinya ketika membaca pikiran orang, kita harus memilih orang yang pintar sob supaya jawaban kita benar sob. 

Mambaca pikiran ketika ulangan pernah dipraktekin si Coklat loh ketika sedang ulangan. Waaah hebat ya si Coklat, ah biasa aja. Dengan kemampuan yang dimiliki si Coklat ini sob, akan menjadi mudah baginya untuk mengetahui jawaban dari teman-temannya. Pertama-tama Coklat menatap tajam target yang ada di depannya. Ya target pertamanya adalah Ival, karena Ival lebih pintar dari Coklat sob. 

“Maaf ya Val kalo gue harus baca pikiranlo. Jurus membaca pikiran!” 

“Si Sweety kalo pake baju renang seksi banget kali ya? Hehehe. Abis uts ini gue pengen ngajak dia ke pantai, siapa tau bisa berenang bareeeng, cihuuuy.” yang ada di otak Ival. 

“Kutu! Otak mesum.” 

Gagal membaca pikiran Ival, Coklat berniat membaca pikiran Sweety dan Wakamiya. Kini mata Coklat tertuju pada Wakamiya. 

“Jurus membaca pikiran!” 

“Ah, akhirnya selesai juga, kumpulin ah.” yang ada di otak Wakamiya. 

“Yah dia udahan.” 

Gagal membaca pikiran Wakamiya. Kini Coklat menatap tajam Sweety yang duduk tepat di hadapannya. 

“Jurus membaca pikiran!” 

“Ngapain lo baca-baca pikiran gue? kerjain sendiri!” yang ada di otak Sweety. 

“Oow, dia tau.” 

Dari kejadian di atas jangan membaca pikiran ketika orang yang akan dibaca pikirannya sudah selesai mengerjakan ulangan, jangan pula membaca pikiran otak mesum dan jangan pula membaca pikiran orang yang bisa juga membaca pikiran. 

Nah terus bagaimana agar kita bisa membaca pikiran orang? Itu yang masih saya cari sob caranya. Ada yang tau engga gimana caranya? Share dong. 




Ya sudah, cukup 6 dulu cara menyontek yang aman. Nanti saya akan beritahu lagi cara yang menyontek yang aman, kalo ada. Semoga caranya bisa digunakan sebaik-baiknya ya sob. 

Wednesday, March 16, 2016

Zhie dan Ima : Obrolan yang engga nyambung

HBD
Suatu hari Zhie lagi iseng bebeeman sama Ima.
Zhie     : Hbd, ultah yang keberapa nih?
Ima      : Engga ada yang ultah
Zhie     : Ada, kamu
Ima      : Salah orang kali
Zhie     : Ngapain salahin orang neng?
Ima      : Aduh
Zhie     : Ultah yang keberapa?
Ima      : Engga tauuuuu
Zhie     : Kamu engga tau sama umurmu sendiri? Hmmm sudah kuduga
Ima      : Haaiiihh, kamu sakit kayaknya tuh
Zhie     : Dugaan kamu salah, mana nih traktirannya
Ima      : Engga ada yang ultah, aku lagi di jawa
Zhie     : Ngapain kamu di jawa?
Ima      : Kumpul bareng keluarga
Zhie     : Salam ya buat suami sama anak kamu
Ima      : Hah suami sama anak? Merit aja belom
Zhie     : Kok kaget? Kan suami dan anak adalah bagian dari keluarga juga loh
Ima      : Haiiiih

Nanyain Loker
Ima      : Ada loker engga Zhie?
Zhie     : Belum ada
Ima      : Adanya kapan?
Zhie     : Nanti kalo belum ada berganti sudah ada
Ima      : Jadi kapan itu?
Zhie     : Itu apa?
Ima      : Itu loker
Zhie     : Salah, itu adalah kata tunjuk jauh. Contohnya, itu Budi. Pasti orangnya nunjuk dari jauh
Ima      : Pinter sekaleeeeeeeeeeeeeeeeeee!

Mau Daftar Sidang
Ima      : Kamu udah daftar sidang?
Zhie     : Belum
Ima      : Kapan?
Zhie     : Orang belum
Ima      : Ya maksudnya kapan mau daftar sidang tong
Zhie     : Oh, kalo ada duit, situ kapan? Bayar sendiri! Enak aja dibayarin
Ima      : Kapan adanya, akhir bulan ini yuk. Iya emang harus bayar sendirilah!
Zhie     : Dimana bayarnya?
Ima      : Di kasir
Zhie     : Di kasir alfa bisa ya?
Ima      : Di kasir kampus tooooong!
Zhie     : Oh, udah ngurusin nilai?
Ima      : Lagi proses
Zhie     : Oh diet ya nilainya sampe minta dikurusin
Ima      : Bodooooooooooooooooo!

Ngeluh Dospem
Ima      : Haduh, dospem susah banget ditemuinnya
Zhie     : Kenapa susah?
Ima      : Sibuk
Zhie     : Paksa terus, sehari 10 kali telepon, biar dia bosen kayak dikejar-kejar utang
Ima      : Weleeeh, entar malah dipersulit engga tuh?
Zhie     : Pas udah ketemu bilangnya mau langsung sidang
Ima      : Hmmmm, gitu ya?
Zhie     : Iya, apalagi kalo didesek rame-rame
Ima      : Mending desek turunin biaya kampus sampe gratis!
Zhie     : Jangan! Enakan mahasiswa sekarang dong
Ima      : Lah engga apa-apa
Zhie     : Kalo mau desek, itu seharusnya penghapusan skripsi khusus buat angkatan kita, plus engga ada bayar ini itu, terus biaya yang udah kita bayar dulu-dulu itu dikembalikan uangnya
Ima      : Jiaaah, bikin kampus aja sendiri!
Zhie     : Bikin kampus mah rame-rame neng, ada tukangnya, ada yang biayainnya, ada, ahhh pokoknya rame-rame deh
Ima      : Haaaa, iya dah
Zhie     : Mau ikut sidang engga sebelum lebaran?
Ima      : Engga!
Zhie     : Kenapa? gratis loh.
Ima      : Nanti aja abis lebaran
Zhie     : Kalo abis lebaran mah neng, masih tutup. Lebaran hari Jumat, masa sabtu sidang?
Ima      : Suka-suka elo aja deeeh!!!!!



Daftar Sidang
Zhie     : Ima, udah daftar?
Ima      : Daftar sidang?
Zhie     : Daftar jadi pengantin
Ima      : Hahaha, nanti dah kalo umur udah 24
Zhie     : Kamu dapet sms engga?
Ima      : Sms apa?
Zhie     : Sms itu pesan singkat tertulis melalui handphone
Ima      : Isinya apa? Bukan penjelasannya!
Zhie     : Oh, bilang dong. Itu katanya terakhir daftar sidang tanggal 1 Oktober
Ima      : Ya udah deh aku tanggal 2 daftarnya
Zhie     : Terakhirkan tanggal 1 Oktober neng, masa tanggal 2 daftarnya?
Ima      : 2 September maksudnya bang!
Zhie     : Bilang
Ima      : Udah
Zhie     : Udah daftar sidang?
Ima      : Belom
Zhie     : Lah tadi katanya udah
Ima      : Yang udah itu maksudnya udah dibilang tanggal 2 September daftar sidangnya baaaaang! Jadi sekarang belom daftar sidaaaaaaang! Gue bunuh juga loooooooooooo!

Tuesday, March 15, 2016

jangan makan sebungkus indomie!

jangan makan sebungkus indomie!
mungkin dari kita bertanya-tanya, kenapa kok makan sebungkus indomie tidak boleh? mungkin juga ada yang menjawab, iyalah kalo sebungkus itu engga kenyang, makan dua bungkus sekaligus baru kenyang. huh, jangankan dua bungkus indomie, sebungkus saja tidak boleh.
ini dia alasan ilmiah kenapa makan sebungkus indomie itu tidak boleh. "jangan makan sebungkus indomie!" dari kalimat itu kita tau bahwa sebungkus adalah satu bungkus, maka dapat dituliskan lagi "jangan makan satu bungkus indomie!" pastinya kalian juga tau, bungkus indomie itu apa? ya, tepat. bungkus indomie itu adalah plastik. maka kalimatnya menjadi "jangan makan satu plastik."
ya jadi "jangan makan sebungkus indomie" itu sama dengan "jangan makan satu plastik." jadi mulai sekarang kalo punya indomie, kita makan isinya atau mienya dan jangan makan bungkusnya, karena bungkusnya itu adalah plastik. ayo share dan beritahu teman-temanmu sekarang juga.
oh iya satu lagi, ketika anda selesai makan indomie, jangan sekali-kali makan air bening yang ada di gelas, karena apa? karena air bening yang ada di gelas itu  untuk diminum bukan dimakan.

Friday, March 11, 2016

Diputer puter dijilad jilad dicelupin deh


cerita sebelumnya  Aku Punya Mimpi


Merasa terganggu, Ken lalu berjalan ke depan membukakan pintunya. Matanya melihat seseorang yang tak dia kenal memakai topeng dengan sebuah linggis di tangannya.
“Lo siapa?” tanya Ken.
“Boleh gue masuk dulu.”
“Iya.”
Akhirnya si pria bertopeng itu duduk berdua dengan Ken. Pria bertopeng itu berniat untuk membunuh Ken, namun sebelumnya dia meminta izin dulu.
“Gini, saya mau membunuh anda, apa boleh?”
“Hmmm gimana ya?”
“Bolehlah, ini kan cerita pembunuhan.”
“Tapi jangan sakit-sakit ya.”
“Iya.”
“Ya udah aku mau mukul kamu dulu.”
“Ok.”

Bught! Bught! Bught! Orang itu seketika memukul bahu Ken hingga Ken tak sadarkan diri.Ken pingsan di hadapannya orang itu, kemudian orang itu menyeret Ken ke halaman belakang basecamp ini. Sampainya di halaman belakang, dia mengikat tangan dan kaki Ken. Setengah jam berlalu, Ken pun sadar. Dikala sadar, dia melihat kedua tangan dan kakinya sudah terikat. Sebuah rantai mengingat erat pergelangan tangan dan kakinya. Dia hanya bisa berbaring merentangkan kedua tangannya di atas rerumputan halaman belakang basecamp ini melihat orang tadi yang duduk tak jauh darinya.
“Hey! Lepasin gue!” Ken berontak.
Orang itu pun bangun dari tempat duduknya, dia berjalan ke Ken sambil memegangi linggis yang ada di tangan kanannya. Dia berjalan kemudian berdiri di samping kanan Ken.
“Sat! Mau apa lo!”
“Mau gue? Di dunia ini, rasanya sulit untuk mencari keadilan sendiri. Apalagi melawan orang-orang yang punya nama besar dan orang-orang berduit. Ya anggap aja gue yang membuat keadilan di sini.”
“Hey! Siapa lo! Buka topeng dulu topengmuuu, buka dulu topengmuuu, biar kulihat warnamu, kan kulihat warnamuuuu.”
“Dia malah nyanyi, buka mulutlo lebar-lebar…” ucap tenang orang itu.
“Siapa lo!”
“Ayolah, turutin aja apa kata gue, iya itukan lebih aman Ken…”
“Gue engga bakal nurutin mau lo!”
“Oh begitu.” ucap dingin orang itu.
Merasa tak diindahkan perkataannya, tanpa basa-basi dia menancapkan linggis di atas telapak tangan kanan Ken.
“Arrgghhtt…!” Ken berteriak sekencang-kencangnya ketika linggis itu ditancapkan di telapak tangannya.
Penuh darah dari telapak tangan Ken yang berlubang tertusuk ujung linggis tajam itu. Ken menoleh ke arah tangan yang tertusuk dengan rasa sakit. Bibirnya merintih menahan kesakitan yang dialaminya.
“Gimana rasanya?” ucap orang itu dengan haluan santai.
“Arrghht… arghht… arghhtt… Sit! Gimana, udah kerenkan rintihan gue?”
“Keren bro.”
Linggis yang masih tertancap di telapak tangan Ken, kemudian orang itu menariknya kembali. Dia berjalan perlahan-lahan dari sebelah kanan Ken menuju sebelah kirinya. Tanpa basa-basi lagi, dia menancapkan kembali bagian runcing linggis itu ke telapak tangan kiri Ken.
“Argghhhhtt..!” teriak Ken.
Lagi-lagi dia melubangi telapak tangan Ken. Kedua telapak tangannya bersimpuh darah. Ken tak bisa menahan rasa sakit yang dideritanya. Airmata mulai keluar dari matanya, membasahi mengalir di pipinya. Orang itu lalu membuka topeng yang dikenakan. Ken terkejut melihat sosoknya, sosok yang selama ini dia kenal.
“Lo...?”
“Iya ini gue, kenapa? Kaget? Ken, gue minta dengan baik-baik tolonglah buka mulut lu… please.”
“Lo itu kan?”
“Ken jangan dikasih tau, biar yang bacanya penasaran siapa gue.”
“Ok dah. Arrght… arghht… arghht…”
“Cepet buka mulutlo atau lo akan alami yang parah dari ini!” teriak orang itu.
“Arghht!” Ken berteriak kembali ketika linggis menghujam di paha kakinya.
Tanpa pandangi wajah Ken yang miris, dia mencabut tancapan linggisnya. Dia duduk jongkok di dekat kepala Ken, tersenyum melihat wajah Ken.
“Ken, gue minta maaf sebelumnya kalo udah buat lo menderita. Jauh sebelum lo merasakan sakit saat ini, gue udah lama memendam perasaan sakit terhadap lo. Gue udah tolak sama cewek beberapa kali, terus kalo setiap malam minggu temen-temen gue pada ninggalin gue, mereka jalan sama ceweknya, sementara gue jomblo kala itu. Gue engga senang melihatlo sama anak-anak satu band lo itu, kenapa? Ya bagi gue senyum mereka adalah tangisan gue. Sok sekarang gue minta lo buka mulutlo.”
Ken hanya menatap diam orang itu seakan kehabisan kata-kata di dalam mulutnya. Ken tak menuruti apa yang orang itu mau.          
“Sekarang buka mulut lo!!” orang itu pun memaksa Ken membuka mulutnya. “Iya bagus seperti itu…” lanjut orang itu lalu bersiap-siap dengan linggisnya.
Perlahan-lahan linggis itu dimasukkan ke dalam mulut Ken. Ken agak sulit bernafas, dia hanya melotot memandangi orang itu yang berdiri di hadapannya sambil memegangi linggisnya. Ken mulai berontak, dia ingin terlepas dari penyiksaan ini, raut wajahnya menggambarkan suasana dalam hatinya.
“Jangan, plis. Jangan bunuh gue, gue belom merit… please.” ucap dalam hati Ken.
Orang itu memutar-mutarkan linggisnya, ya dia memutar linggisnya yang tertancap di di dalam mulut Ken.
“Ken, maafin gue.”
Sekali putaran linggis yang dia pegangi erat-erat.
“Please… jangan…” pinta Ken dalam hati.
Dengan kedua tangannya erat memegangi linggis itu. Begitu kencangnya dia tancapkan linggis yang sudah masuk ke mulut Ken, Jlep! Menguaplah darah dari mulut Ken. Darah itu mengalir dari mulut kemudian turun ke rahang hingga jatuh ke tanah. Linggis itu masuk ke dalam mulut Ken hingga tembus ke bagian belakang kepalanya. Orang itu hanya tersenyum melihat temannya terbunuh sendiri di tangan dia, meninggalkan linggis yang masih menancap di mulut Ken.

Seusai membunuh Ken, dia mengambil sebatang rokok yang ada di dalam saku baju ken. Dia nyalakan lalu menghisapnya. Sambil duduk-duduk menikmati suasana malam ini.
“Ken, namalo udah gue coret dalam buku gue, next satu per satu mereka akan rasakan hal yang sama.” ucap dingin orang itu.
Orang itu kemudian mengambil linggisnya kembali dan berjalan meninggalkan jasad Ken yang berlumuran darah. Senyum bahagia terukir di wajahnya kala dia melangkahkan kakinya satu per satu.
Setelah adegan sadisnya, kini orang bertopeng dan Ken duduk santai di dalam basecamp sambil ngopi-ngopi sama ngerokok. Padahal ceritanya si Ken udah mati, masih sempet aja ngopi.
“Gimana acting gue keren kan?”
“Keren kan, apalagi pas effect linggisnya masuk ke dalam mulut. Beuh kayak beneran.”
“Siapa dulu dong gue.”
“Ya udah pas pagi, lo balik lagi ke halaman belakang.”
“Tenang, itu masih lama. Kita ngopi-ngopi dulu hahaha.”
“Hahahaha”