Sunday, January 24, 2016

Tahun Baruan Di Bulan

Selamat tahun baru 2015, maaf jika saya terlambat satu tahun untuk mengucapkannya sob.
Di pergantian tahun baru sob biasanya orang-orang itu nonton konser, nonton ledakan kembang api atau nonton konser yang diledakin kembang api. Beda sama saya sob, di malam pergantian tahun itu saya bingung, bingung mau kemana. Teman-teman saya pada pergi sama gandengannya macam kereta gandeng, truk gandeng buat nikmatin acara malam tahun baru. Sebenarnya sih ada niatan buat ngajak pacar nonton kembang api, kembang api yang seribuan. Namun setelah saya terka-terka saya rupanya tidak punya pacar sob, herankan cowok setampan saya masih single. Tidak punya pacar bukan merupakan beban buat saya sob, tapi merupakan beban banget. Lagipula sob, pacaran itu diharamkan sob, tidak ada dalil yang mengatakan seorang boleh pacaran sob, gimana ya kalo seorang pacaran? biasanya yang pacaran itu dua orang sob bukan seorang.
Balik lagi keacara malam tahun baru. Tepatnya pada tanggal kamis hari 31 desember 2015 itu saya memutuskan untuk pergi ke bulan sob, kalo pergi ke puncak, pantai, villa, mall itu udah biasa. Udah biasa bagi orang lain sob bukan saya. Awalnya saya bingung mau naik apa ke bulan. Akhirnya saya pikir-pikir, saya memutuskan untuk terbang langsung ke bulan. Perlu anda ketahui sob, saya pernah jadi muridnya superman. Saya diajarin gimana caranya terbang, alhasil lima tahun berguru sama superman, saya tetep engga bisa terbang sob.
Karena jarak yang cukup jauh dari bumi ke bulan, saya membutuhkan waktu satu detik untuk sampai ke sana, alhasil saya pun sampai tidak dengan slamet.
Di bulan itu sob, tanahnya berwarna kuning kekeju-kejuan. Penduduknya juga ramah-ramah sob, dan bangunan di permukaan bulan tidak kalah megah dengan bangunan-bangunan di bumi sob. Selain itu dibandingkan manusia bumi, makhluk di bulan itu tinggi-tinggi sob. Saya saja yang tingginya 166 cm hanya beda 1 cm lebih rendah dari makhluk bulan, lebih tinggi kan.
Penasarankan sama makhluk bulan itu seperti apa? Bener penasaran nih? ok dah kalo penasaran, maaf saya tidak bisa memberikan pict makhluk bulan itu seperti apa, karena mereka itu tidak ingin difoto sob, ya sudahlah daripada saya ribut sama makhluk bulan dan itu juga demi keselamatan penduduk bumi, maka saya mengalah.
Jika penduduk di bumi itu sudah ramai untuk menyambut tahun baru, ada hal berbeda yang saya rasakan ketika di bulan. Suasana menjelang tahun baru di sana sob, sepi. Saya pun bertanya kepada makhluk di bulan, takutnya yah malam pergantian tahun baru di bulan itu sudah lewat.
Saya                            : $#@^%* *&^^$##&* (**^^$*(( ^^$&()^^#% ?
Makhluk Bulan         : *()(&&%^* (*(*^&( (&*^$*&((^^&) *^&*%*#(&)&%^$^ ^*&^%(^(^’
Saya                            :_)()(*_*_^& *(&(*&%#$ (*)(*&)^&*&) $##%*& *(&(*&
Makhluk Bulan         : )_U(&*(&&*(^5 $#%*
Saya                            : Ok
Mungkin sobat semua ngerti ucapan saya di atas, tepat sekali. Kata makhluk bulannya, malam pergantian tahun barunya sudah lewat setahun yang lalu sob. Saya pun dirundung kesedihan mendalam, menyiksa batin, melukai hati, menyesakkan jiwa jika kedatangan saya pada waktu itu terbilang percuma sob. Saya memutuskan untuk kembali ke bumi. Saya bersiap terbang…
Gruduk doar bletak toeng toeng nyiiiiit kedebug!
Sebelum saya memutuskan terbang sob, saya melihat ke belakang saya jika gedung-gedung di permukaan bulan ini sudah hancur terbakar sob, selain itu sob para penduduk bulan pun lari berhamburan menyelamatkan diri. Saya menoleh ke belakang sob, saya terkejut sob ketika melihat sosok Freiza terbang mendekati saya sob. Bagi yang suka nonton dragon ball pasti tau dia siapa.

Saya takut sob, entahlah saat itu tak ada kata-kata lagi yang terucap dari mulut saya ini sob. Lalu Freiza bertanya kepada saya sob.
Freiza                         : Aku adalah Freiza, penguasa alam semesta ini. kau makhluk bumi, sedang apa kau di bulan?
Saya                            : Liburan, Za
Tak disangka sob, dia mencoba mengeluarkan laser dari telapak tangannya. Lasernya itu pun ditujukan kearah saya sob. Badan saya bergemetar sob, saya pasrah dan mungkin itu adalah akhir dari hidup saya sob. Dalam kondisi yang sudah tidak karuan, tiba-tiba terucap dua kata dari mulut saya sob.
Saya                            : Freiza! Hancurlah!
Dooooar! Sebelum Freiza ini menembakkan lasernya ke saya sob, dia sudah hancur lebur duluan. Dia tewas gara-gara dua kata yang saya ucapkan barusan sob. Saya lega waktu itu, dan tidak menyangka juga jikalau saya bisa mengalahkan Freiza dalam sekejap saja. Luar biasa sekali. Selepas dari itu saya pun langsung terbang kembali ke bumi sob, saya tidak ingin makhluk bulan tau kalau saya ini yang sudah membunuh Freiza.



Tuesday, January 19, 2016

Dia Memeluknya Penuh Cinta

Di kediamannya, dalam sebuah kamar ada rindu saat lelaki berusia duapuluh tahun melihat sebuah bingkai foto. Foto yang melukiskan kebahagiaan dia bersama ayah, ibu dan adik perempuannya itu. Rindu yang memanggil kenangan sekian lama tak bersua dengan adiknya tercinta, sementara ayah dan ibunya sudah lama tiada. Suara hatinya terpanggil untuk bertemu dengan adiknya kembali, setelah sekian lama berbalut dengan kuliah dan berbagai jenis kesibukan lainnya.
“Udah dua tahun gua engga ketemu sama lo sejak lo lulus SMA dulu, abang kangen sama lo, abang pingin kita bisa kumpul lagi setelah nyokap sama bokap udah engga ada. Sekarang pastinya lo udah gede, ya sih memang kita masih saling komunikasi lewat hape, tapi itu engga bisa ngobatin perasaan rindu abang sama lo.” ucap pria itu sambil menatap foto yang dipegangnya.
Tau kenapa ayah dan ibunya telah tiada? Karena saya tidak menemukan peran untuk ayah dan ibunya, sok jadilah seperti itu ceritanya. Saya sebenarnya sih sudah melakukan casting beberapa kali, tapi tidak ada yang cocok. Saya inginnya ayahnya itu berjenis kelamin perempuan, dan ibunya berjenis kelamin laki-laki, namun sayangnya tak ada yang mau, ya sudahlah.

Usai melihat bingkai foto yang membawa sebuah kenangan tentang masalalu, dia berdiri melihat suasana sunyi dari balik jendela kamarnya. Suasana yang sunyi semakin dalam baginya untuk bertemu dengan sang adik, lalu dia mengambil sebuah telepon genggam dari saku celananya. Dia menghubungi adiknya itu lewat sebuah telepon genggam.
“De…” ucapnya.
“Iya bang, ada apa?” jawab sang adik.
“Malam ini lo ada di rumah, gua pengen main ke sana.”
“Ada bang, abang kangen ya? Hehe.”
“Iya… gua kangen pingin ketemu sama lo. Abang pengen pacaran sama lo.”
“Kampret bang! Gue ini ade lo!”
“Sial! Kenapa yang bikin cerita engga jadiin lo pacar gue malah ade gua?! Padahalkan lo cantik banget.”
“Makasih bang. Ya udah bang kalo abang mau maen ke sini, maen aja, malam ini ade ada kok.”
“Jangan kemana-mana lo pas gua ke sana, entar ngilang lagi pas gua ke sana.”
“Iya bang engga, kapan lagi sih abang main ke sini, lagian kan udah lama juga kita engga ketemu, um… tapi abang bawa martabak ya hehehe.”
“Hehehe iya, tenang aja bahkan gerobak-gerobaknya kalo lo pingin gua bawain.”
“Bawa gerobaknya doang, martabaknya mah engga.”
“Ya udah, sampai ketemu nanti ya.”
“Iya bang.”

Dia sudahi perbincangan lewat hapenya. Perasaan rindu kepada adiknya tercinta yang membuat dia semangat untuk menjalani semua yang kini dia hadapi. Dia lalu merapihkan diri bersiap ke tempat adiknya itu.

Di dalam sebuah mobil ini, pikirannya terus tertuju pada sang adik satu-satunya itu. Melewati suasana malam yang masih banyak orang-orang berlalu lalang. Di sebuah taman jajan, dia berhenti untuk membeli martabak kesukaan adiknya. Dia turun dari mobil yang dikendarainya menuju penjual martabak di pinggir jalan.
“Mas, martabak telur spesial satu ya.” pesannya.
Sambil menunggu martabak yang dia pesan, dia duduk-duduk di sebuah bangku yang telah disediakan sambil memainkan hapenya. Dia mengirim sebuah pesan untuk yang di sana.
“De, kalo gua dah sampe jangan lupa sediain makanan yang banyak buat gua.”
Dia mengirim sebuah pesan pada adiknya itu. Semenit berlalu, dua menit berlalu dan tiga menit berlalu tak ada balasan pesan dari adiknya itu.
“Yah engga ada pulsa dia.” ujarnya.
Tak menunggu waktu lama, martabak yang dipesannya pun sudah matang.
“Ini dek.”
“Berapa mas?”
“Dua puluh ribu.”
“Yah mahal amat, satu juta dah.”
“Ok.”
“Ini, makasih ya.” seseorang itu membayar martabaknya.
“Sama-sama.”

Selepas menerima martabak, dia kembali masuk ke dalam mobilnya. Melanjutkan perjalanan ke rumah sang adik tercintanya itu. Tiga puluh menit dalam perjalan, akhirnya dia sampai di kediaman adiknya itu. Usai turun dari mobilnya yang dia parkir di depan rumah yang berwarna hijau. Dia pun mengetuk pintu rumah ini. Tok… tok… tok… sesekali mengetuk pintu tak ada jawaban yang terdengar dari orang dalam.
“Kok belum dibuka ya pintunya?”
Rasa penasaran membuatnya kembali mengetuk pintu rumah ini. Tok… tok… tok… namun hal sama kembali terulang. Tak ada jawaban yang di dapat oleh lelaki itu. Sekali lagi dia mencoba mengetuk pintu.
“Ayo dong de buka pintunya, ah lo ngayab lagi nih.” pintanya dalam hati.
Berulang kali dia mengetuk pintu namun tak ada sepatah katapun yang terlontar dari adik perempuannya itu. Lalu dia mengambil hapenya yang tersimpan di dalam saku, menghubunginya lewat sentuhan layar tipis itu.
“Angkat dong de.” harapnya.
Tuuut… tuuut… tuuut, berkali-kali dia mencoba untuk mengubunginya kembali tapi tetap sama, tak ada jawaban dari adiknya itu.
“Apa mungkin dia pergi?” katanya dalam hati.
“Masa pergi engga ngomong-ngomong dulu sama gua?” lanjutnya.
Akhirnya setelah lama menunggu keluarlah seseorang dari rumah itu. Tokoh utama yang belum disebutkan namanya ini terkejut melihat orang lain dengan memakai celana di badan, dan baju di kaki.
“Siapa lo?!”
“Pemilik rumah ini.”
“Ini kan rumahnya Sinta!”
“Rumahnya Sinta yang disebelah mas.”
“Oh maaf.”

Pria itu pun lalu meninggalkan rumah itu dengan perasaan gedek, gedek aja gitu kok bisa salah rumah. Dia kini sudah berdiri di depan rumah adiknya. Tepat di depan pintu rumah sang adik, dia pun mengetuk. Beberapa kali mengetuk pintu, tak ada jawaban dari sang adik, hingga akhirnya, tak sengaja tangannya memegang gagang pintu, lalu terbuka perlahan-lahan tanpa dia sadari.
“Lha pintunya engga kekunci?”
Melihat pintu rumah yang tak terkunci, dia pun lalu masuk ke dalam. Dia terus memanggil nama adiknya itu.
“Sinta… Sinta…” panggilnya.
Lagi-lagi tak ada jawaban yang dia dapatkan. Dia mencari ke sana-kemari, menjelajah setiap ruangan yang ada, mulai dari dapur, kamar mandi, ruang keluarga, sampai gudang namun tak sekalipun dia temukan adiknya itu. Langkahnya terhenti, ketika dia melihat pintu kamar yang melongo begitu saja.
“Kamarnya kebuka sendirian?”
Melihat kamarnya yang terbuka sendiri, dia pun masuk ke dalam kamar adiknya itu. Terlihat barang-barang milik adiknya itu berantakan semua.
“Tumben berantakan?”
Ketika dia menoleh ke samping kirinya. Bungkusan martabak yang dia pegang tiba-tiba terlepas jatuh dari tangannya. Matanya melotot memandangi apa yang dia lihat di depannya.
“Sinta?” ucapnya dingin.
“Sinta…!” lalu dia berteriak.
Dia berteriak melihat adiknya yang sudah tergelantung oleh tambang di dalam kamarnya. Penuh darah di setiap bagian tubuh adiknya itu, terpasang wajah adiknya pilu, menatap dingin, pucat pasi.
“Buruan bang turunin gue, gue udah engga kuat lagi nih diiket.”
“Lah lo kan ceritanya mati neng, masa bisa ngomong.”
“Oh maaf bang.”
 Diceritakan memang Sinta ini tewas. Tanpa pikir panjang dia langsung melepas tali yang mengingat kepala adiknya itu. Penuh airmata mengalir saat dia memeluk adiknya tercinta.
“Sinta… kenapa bisa begini? Uh… uh… uh… padahal hari ini gua ingin membagi cerita bahagia sama lo, namun yang terjadi… Siapa yang udah melakukan ini semuaaa!”
Entah siapa yang tega membunuh Sinta? entah pula dia dibunuh atau bunuh diri gara-gara kakaknya suka sama dia?
Sang kakak pun memeluk adiknya penuh cinta bersimpuh airmata…
“Udah apah meluknya, set dah lo bisa aje cari kesempatannya.”
“Biar dramatis.”




Thursday, January 14, 2016

Zhie dan Kawan-Kawan



Zhie dan Om Jin
Jin       : kuberi kau kasih satu permintaan
Zhie    : ya udah aku cuma minta permintaanku dijadiin seribu permintaan, boleh?
Jin       : a… a… anu.. ya udah deh boleh (kampret! Nyesel gue kasih permintaan ke lo)
*
*
Putus
Zhie                : yank
Ceweknya      : apa?
Zhie                : pala lu pe yank
Ceweknya      : kita putus!
Zhie                : oh no
*
*
*
Tebak Lagu
Suatu hari dimedsos, Zhie menulis status via fb
Zhie               : tebak-tebakan kalo yang jawab bener berarti pemenangnya coba tebak ini lagu apa “na na na na naaaa na naaaaaa”
Danker           : Lagu Nikita Willy.....Lebih dari Indah…
Zhie               : Salah
Danker           : Horeee
Zhie               : Anda gugur
Danker           : Tidaaaak!
Ikdar              : Lagu nanananana
Zhie                : Salah
Nyamuk         : Itu bukan lagu
Zhie                : Salah
Beti                 : Laguku
Zhie                : Salah
Satria              : Ah serah lo deh
Zhie                : Salah
Ririn               : Salah semua, mendadak bisa darah tinggi nih
Zhie                : Salah
Coklat             : Ikutan dong kakah
Zhie                : Boleh, ya apa jawabannya?
Coklat             : Bener
Zhie                : Selamat anda pemenangnya horeee
Ririn               : What!? Dih lagu apaan yang judulnya bener?
Zhie                : Kalo yang jawab bener berarti pemenangnya ß Liat nih hahaha
Ririn               : Kupreeeet!
*
*
*
Gara-Gara Batu
Suatu pagi zhie sedang berjalan sendiri menuju sekolahnya, namun ketika sampai di tengah jalan dia kesandung batu dan terjatuh
zhie                 : aduwh!
Danker           : napa zhie? (dari jauh)
Solekin           : lu kenapa vroh? (dari jauh juga)
Zhie    : ini gw kesandung batu
merasa engga senang dengan perlakuan batu itu, zhie lalu menginjak-injak batu tersebut
zhie                 : rasain lo!
Danker           : gue bantuin zhie! (danker berlari buat bantu zhie nginjek batu)
Solekin           : iya, gw ikut bantu (solekin sama)
tukang bakso : gw ikut!
tukang somay: mana batunya! gw injek mpe kerempeng dy
tukang ojek   : sini gw juga ikut (turun dari motor)
tukang bubur : gw juga ikut dong
Ronaldo         : Estou bem vinda (dia langsung terbang dari spanyol menuju indonesia cuma buat bantuin zhie)
Messi              : Estoy llegando a lo largo de (sama kayak ronaldo)
Rooney          : I am coming along (rooney rela terbang dari inggris ke indonesia cuma mau nolongin zhie)
Valentine Rossi: Vengo lungo (rossi langsung terbang dari Indianapolis seusai balap motogp ke indonesia cuma buat nolongin zhie)
bagh bugh bagh bugh, mereka beramai~ramai menginjak batu yang membuat zhie jatuh. batupun hancur, zhie pun senang

zhie                 : rasakan itu batu hahahaha!

Monday, January 4, 2016

Friday, January 1, 2016

HAL-HAL YANG DILAKUKAN SAAT NGERJAIN TEMAN SEKELAS

Ini sebenarnya bukan ide saya sob, ini ide salah satu teman saya sob yang pengen banget di post di blog saya sob. Mungkin karena dia ngefans banget kali ya sob sama saya hahaha uhuk uhuk. Ok sob, langsung aja ke postnya, postnya ini mengenai hal-hal yang dilakuin buat ngerjain temen sekelas.

.
1.PERMEN KARET MAGNET.
Pertama-tama yang dilakukan ketika memakai cara ini adalah beli permen karet sob, ingat beli ya sob, jangan nyolong karna permen karet nyolong itu dosa sob, kalo dosa nanti masuk neraka. Setelah permennya udah dibeli terus dibuang, eh bukan sob, selanjutnya dikunyah permen karetnya sob sampai rasa manisnya hilang, ya engga apa-apa sob, yang manis itu bisa dicari lagi tapi kalo yang setia itu susah sob. Setelah itu sob, buang permen karet lalu taruh di kursi teman anda.
.
2.KURSI TARIK
Pertama-tama yang dilakukan ketika memakai cara ini sob, coba perhatikan teman cewekmu yang sedang sendirian, lalu dekati dia dan ajak dia kencan, eh, bukan sob, maksudnya itu perhatikan temanmu yang sedang lengah, lalu dekati dia, tunggu sampai dia berdiri dan tarik celana dan bajunya pelan-pelan kursi perlahan, usahakan jangan ada bunyi sedikitpun sob. Lalu temanmu akan terjatuh pada saat ingin duduk. Dan ketika dia terjatuh, cobalah tolong dia, bilang kalo kamu suka sama dia padanya agar lebih berhati-hati.
.
3.SEMBUNYIKAN PERALATAN TEMAN
Pertama-tama yang perlu anda lakukan adalah mengamati kelengahan teman anda sob, itu juga kalo anda punya teman, nah setelah itu anda ambil buku atau pena teman anda secara perlahan, usahakan hati hati dan jangan sampai ketahuan. Kalo ketahuan, paling-palingan bonyok sob. Lalu sembunyikan ditempat yang tersembunyi, misalnya di laci guru, laci teman, pojokan kelas, Dalem sempak guru.
.
4.KERTAS TEMPEL
Cara pertama yang anda lakukan adalah sediakan pena dan kertas, setelah itu tulislah dikertas kosong yang diisi dengan kalimat lucu.
Contoh : saya gila, saya jelek, dll. Wah yang baca ngaku jelek.
Lalu beri perekat atau lak ban dan tempel dipunggung teman anda.
Usahakan menepuk punggung teman anda secara keras kalo bisa pake palu, dan berlagak lah seperti menyapa.
.
5.LEMPAR KERTAS
Cara ini sangat mudah, sobek kertas dibukumu. Lalu remas remas hingga menjadi bulat, kalo bisa sih diisi dengan batu bata atau batu kali dan lemparkan ke arah temanmu. Dan berlagaklah seperti seseorang yang sedang membaca atau menulis, padahal buku tulisnya udah dirobek-robek.
.
6.BATU AJAIB
Cara ini dilakukan pada saat istirahat, jam pulang atau saat mau libur sekolah, dimana keadaan ruang kelas sepi. Setelah keadaan ruang kelas sepi, ambil batu atau sampah atau pohon atau motor yang di parkiran sekolah atau mobil juga boleh yang penting sebanyak banyaknya lalu masukkan ke tas teman anda, usahakan temannya itu punya tas sob. Nanti temanmu akan bingung, dan kesal.
.
Itulah secuil cara mengerjai temanmu.
Mengerjailah sebelum dikerjain!!

By: Soenarto