Wednesday, December 30, 2015

Hal-hal yang akan terjadi di tahun 2016


Sebentar lagi, kita akan meninggalkan tahun 2015 sob, aneh loh sob masa nungguin tahun 2016 engga perlu nunggu selama satu tahun sob, cuma nunggu dua hari doang. Sekarang rabu, besok kamis, terus jumat deh. Ini baru pertama kali sob, saya nunggu tahun 2016 cuma 2 hari doang sob. Sebenarnya banyak loh keaneh-anehan ditahun 2016, singkatnya saya akan berikan 5 hal yang akan terjadi pada tahun 2016.

  1.  Tahun baru 2016 tidak akan terjadi pada tahun 2015 sob, kepastian tahun baru 2016 itu diundur jadi tahun depan sob tepatnya tanggal 1 januari 2016. Wah jadi nunggu satu tahun lagi ya sob, tenang aja kalo umur sobat panjang berarti engga pendek sob. Sabar aja sob tahun 2016 bakalan datang. Oh iya sob, jangan percaya ketika sobat memeriahkan malam tanggal 31 desember 2015 tiba-tiba ada pengumuman kalau tahun baru 2016 batal datang dan diganti jadi tahun 2017, sekali lagi kalau ada berita itu jangan dipercaya.
  2. Tahun 2016 nanti tidak ada penambahan jumlah bulan sob, jumlah bulan masih sama seperti tahun 2015 yaitu dari Januari sampai Desember. selain tidak ada penambahan jumlah bulan, tidak ada juga pengurangan jumlah bulan sob, namun ada kabar gembira yang melegakkan hati saya sob, kabarnya ditahun 2016 hari minggu akan dihapus. saya bahagia mendengarnya terutama kalau harus melewati malam pergantian hari sabtu ke minggu. jika kabar ini benar terjadi setidaknya tidak ada malam yang membedakan jones seperti saya dengan orang yang sudah punya kekasih, semua sama di mata tuhan sob yang membedakan itu amalnya sob.
  3. Tahun 2016 akan ada piala eropa sob, sayangnya sob di piala eropa nanti Indonesia tidak ikut serta sob, saya sedih. Namun kesedihan saya tidak bertahan lama sob, soalnya ada negara yang sepakbolanya selevel dengan Indonesia juga tidak lolos sob, sebut saja Belanda. Ada juga Argentina dan Brasil sob, negara kelahiran Messi dan Neymar itu gagal lolos piala eropa sob. Bahkan kedua negara tersebut lebih tragis dari Belanda sob, selama gelaran piala eropa pertama sampai sekarang, kedua negara itu ga pernah lolos, padahal mereka pernah juara dunia sob. Dibandingkan Argentina dan Brasil lebih baik Indonesia sob, sudah pernah masuk final, final piala AFF.
  4. Tahun 2016, hari akan berkurang sob. kok berkurang? bukannya nambah ya tahun kabisat? gini sob saya jelaskan, walau tahun 2016 itu termasuk tahun kabisat yang jumlah harinya dalam setahun adalah 366 hari, itu sebenarnya tidak salah sob. justru di tahun 2016 harinya itu ada 7. ok saya sebutkan ke 7 hari itu sob, pertama senin, kedua selasa, ketiga rabu, keempat kamis, kelima jumat, keenam sabtu dan ketujuh minggu. kalo sobat masih percaya jumlah hari ditahun 2016 ada 366 hari, coba sebutkan sob hari apa saja, biar saya tau.
  5. Tahun 2016 nanti sob, orang-orang yang lahir di bulan Januari sob tidak akan lahir di bulan Agustus sob. Dan orang-orang yang lahir di bulan Februari berarti lahir sebelum bulan Maret sob.



Wednesday, December 23, 2015

Coklatshit 3

Sekitar jam dua siang, Ival dan Coklat pulang dari sekolah. Mereka berdua keluar kelas sama-sama, tapi ketika mereka sampai di pintu kelas, langkah mereka berhenti. Mereka saling pandang-memandang satu sama lain, lalu jatuh cinta. Hadeh.
“Eh Val, gue duluan yang keluar!” kata Coklat sambil desek-desekan badan dengan Ival.
“Eh engga bisa, kata yang nulisnya kita keluar sama-sama.”

Haduh, mereka berdua itu polos atau kurang pinter sih atau guenya terlalu cerdas buat jadi seorang penulis? Akhirnya mau engga mau, Ival mengalah. Dia mundur beberapa langkah dan membiarkan Coklat keluar duluan, nah gitu dong baru akur.
Setelah dari kelas, mereka berdua jalan ke parkiran sekolah. Di parkiran sekolah yang luas tersebut terpampang ratusan jenis motor. Mulai dari motor yang udah lunas sampai motor yang masih kredit ada semua di sini. Tepat di tempat mereka berdiri, mereka merasa wah melihat banyak motor di parkiran ini, ya maklumlah selama ini mereka engga pernah ngeliat motor segitu banyaknya.
“Waaw.” Coklat terkesima.
“Kenapa lo?” tanya Ival.
“Motor gue tadi parkir dimana ya? Akibat kebanyakan motor, gue lupa naruh motor gue dimana, dan satu lagi motor gue itu yang paling bagus di sini.” kata Coklat sambil ngaku-ngaku punya motor.
“Hmmm.”      
“Kenapa lo hemmm?”
“Emang lo punya motor? Ngaku-ngaku punya motor bagus segala.”
“Engga dooong.”
“Dih engga aja bangga.”
“Ya siapa tau ada yang ketinggalan motornya di sini terus motornya jadi punya gue hehehe.” harap Coklat.

cerita sebelumnya Coklatshit2

Akhirnya mereka berdua jalan meninggalkan parkiran ini, ya mereka jalan kaki, pakai kaki masing-masing. Mereka dengan akrabnya jalan kaki berdua udah kayak orang pacaran. Langkah mereka sudah tak terasa jauh meninggalkan sekolah. Ketika mereka sudah jauh dari sekolah dan berada di pertengahan jalan antar rumah mereka dan sekolah, tiba-tiba dari belakang terdengar suara klakson mobil. Teeeeeet!
“Minggir Coklat, ada mobil mau lewat!” ujar Ival di sampingnya
“Lah, engga bisa, mobilnya aja suruh minggir.”
“Lah?” Ival cengo.
“Iya tadikan kata penulisnya kita ada di tengah jalan.

Haduh, nih orang ngeselin, kenapa engga ditabrak aja pake mobil biar tewas! Maksudnya itu di pertengahan jalan bukannya ada di tengah-tengah jalan, kalian berdua tetep di pinggir jalan! Gregetan nih, sabar-sabar. Mereka berdua pun udah minggir setelah gue omel-omelin. Mobil berwarna abu-abu entah apa jenisnya yang jelas mobil itu kelihatan baru. Mobil itu berhenti di samping Coklat dan Ival. Pasti mobil itu baru lunas dari kreditnya. Perlahan-lahan kaca mobil itu terbuka, terlihat Bu Riny yang ada di dalam mobil tersebut.
“Hy Coklat… Hy Ival…” sapa Bu Riny.
“Waw, Bu Riny punya mobil toh!” Coklat terkejut.
“Iya kenapa? Kaget ya hahahaha.” Bu Riny ketawa jahat.
“Engga pantes bu, seharusnya yang punya mobil itu saya bu.” ujar Coklat.
“Hahaha, kalian pengen ya? Iri ya, ibu punya mobil terus kalian engga punya.”
“Oh engga bu, engga salah lagi.”
Bu Riny terlihat gembira dari dalam mobil yang dia kendarainya itu sepertinya dia senang ngecengin anak muridnya yang dua ini. Ival dan Coklat masih berdiri melongo melihat Bu Riny.
“Bu kita boleh numpang engga?” tanya Ival.
“Oh, kalian mau numpang toh, boleh. Kalian mau di depan apa mau di belakang mobil?”
“Asyik Val, lo mau di belakang apa di depan?” tanya Coklat.
“Ah gue mah mau di depan aja, biar di temenin sama Bu Riny hehe.”
“Oh iya, ya udah, gue juga mau hehehe.”
Alhasil mereka berdua membayangkan hal-hal yang mereka inginkan tapi tidak diinginkan oleh Bu Riny. Dikarenakan Bu Riny tidak ingin melihat khayalan Coklat, maka untuk khayalan Coklat dibatalkan, terimakasih.
“Gimana, kalian mau di depan apa di belakang?” tanya kembali Bu Riny.
“Di depan bu!” serentak Ival dan Coklat.
“Ok, kalau kalian mau di depan.” senyum Bu Riny.

Mereka berdua terlihat tampak bahagia berada di depan mobil yang Bu Riny kendarai. 
“Ibu engga salah lho, ini kan kemauan kalian minta di depan mobil hehehe.” ucap Bu Riny yang mengendarai mobilnya.
“Hosh… hosh… kalo kayak gini mah gue engga mau di depan mobil… hosh… hosh…” ujar Coklat sambil engos-engosan.
“Hosh… hosh… sama gue juga Coklat… hosh… hosh…” begitupula dengan Ival.
“Ya ampun Val, kenapa di depannya kayak begini ya?”
“Ah entahlah.”
Setelah diselidiki, ternyata mereka berdua ada di depan mobilnya Bu Riny, tepatnya di depan sambil dikejar-kejar. Busyet dah, pantes aja Bu Riny senyum-senyum di depan, engga tau mah dia ngejar-ngejar Ival sama Coklat pake mobilnya.
“Kalian sih engga minta di dalam mobil hehehe. Cepetan larinya nanti ketabrak lho hahaha…” ujar Bu Riny merasa senang.
“Iyaaa buuuu!” teriak mereka berdua.
Waduh, Bu Riny jahat. Untungnya setelah mereka dikejar-kejar dalam beberapa waktu yang lumayan lama, mereka bisa menghindar dengan bersembunyi di suatu gang, gang itu membuat mobil Bu Riny tidak bisa masuk.
“Ah, mereka masuk ke dalam gang lagi!” kesal Bu Riny.

Sementara di dalam gang yang sempit, kumuh dan bau, mereka mencari nafasnya yang hilang. Itu nafas emang kebuang dimana? Kok bisa hilang.
“Eh Val, nafas gue mana ya nafas gue?”
“Engga tau, lo naronya dimana?”
“Tadi ada di mulut gue.”
“Nah terus?”
Coklat sejenak berpikir.
“Oh iya, gue lupa kalau nafas gue ilang, gue udah mati kali.”
“Hah, lo bikin gue jantungan aja.”
Ketika suasana dirasa aman, mereka berdua pun meninggalkan gang ini. Mereka bergegas mencari air untuk melepas dahaga, ya tempat yang tepat di mana ada air yaitu warung. Seusai mereka tertatih dan engos-engosan di kejar sama mobil Bu Riny, mereka berhenti di suatu warung yang ada di pinggir jalan, warung kecil yang menjual berbagai makanan dan minuman ringan. Mereka berdua duduk di depan warung tersebut sambil meminum sebuah minuman segar untuk melepas rasa haus.
“Rese tuh ya Bu Riny, gue kira beneran kita mau diajak, eh engga tau mah kaya gitu.” ujar Ival.
“Iya Val, gue juga sama, sama-sama cape huh.”

Dari kejauhan dimana Coklat dan Ival sedang berteduh di warung, rupanya pria yang mengaku sebagai cowoknya Bu Riny sedang mengawasi mereka berdua. Dengan wajah penuh dendam, si cowok berucap sendiri.
“Ini kesempatan gue buat kerjain tuh anak ingusan, gue akan lap ingus mereka supaya engga jadi anak ingusan lagi hahaha. Aduh bukan deh! Gue akan berpura-pura sebagai sales mobil, abis itu gue tipu mereka dan mengambil semua uang mereka, hahaha.” si cowok ketawa jahat.
(bersambung...)



Saturday, December 19, 2015

Mahasiswa Tidak Boleh Berhijab

Kabarnya yang saya dengar nih sob, sekarang ini mahasiswa engga boleh berhijab loh. Mungkin yang udah biasa berhijab, ada perasaan sebel dalam hatinya, kok  berhijab engga boleh sih? Ini pun turut menuai memetik menanam memanen kontroversi perasaan setiap wanita yang sudah terbiasa berhijab, sob dan seakan-akan membuat kita seolah-olah bertanya, atas dasar bagaimana kapan apa berapa dimana kenapa kok pake hijab engga boleh? Bukankah kalau kita berhijab itu menutup aurat dan mencegah perbuatan yang tidak diinginkan? Kita berhijab? Saya tidak sob, soalnya saya itu laki-laki sob. Dari teman-teman mahasiswa dari kampus saya itu setuju sob, kalo mahasiswa tidak berhijab, biarlah tidak berhijab asal tetap menutup aurat. Alasan kenapa teman-teman kampus saya setuju seperti ini sob, ketika saya mewawancarai teman saya, Rizqy namanya sob.
            Saya    : Riz, menurut kamu gimana?
            Rizqy  : Apanya?
            Saya    : Maaf lupa kasih pertanyaan, kamu setuju tidak kalau mahasiswa tidak diizinkan untuk berhijab?
            Rizqy  : Setuju, menurut saya sih wajar yah kalo mahasiswa tidak berhijab, justru yang tidak wajar itu mahasiswa berhijab. Aneh loh.
            Saya    : Loh kok aneh?
            Rizqy  : Ya aneh, yang berhijab itu cukuplah para mahasiswinya, mahasiswa jangan ikut-ikutan,
Atas dasar itu sob, saya setuju jika mahasiswa tidak boleh berhijab. 

Coba bayangin kalo mahasiswa yang ganteng di belakang itu berhijab sob, kan aneh. Mahasiswinya cakep-cakep ya sob.

Thursday, December 17, 2015

Gara-gara PKL

Tokoh rizqy (mahasiswa) dan tian (anak stm)
                Sore hari keduanya pulang dari kampus dan sekolah, saat perjalanan menuju rumahnya masing-masing seketika cuaca menjadi mendung dan sekejap langsung turun hujan. Tak ingin sekujur tubuh mereka basah kuyup, keduanya pun mampir mampir di sebuah warung kopi sekaligus memesan segelas kopi untuk menghangatkan diri. Inilah perbincangan mereka berdua.
Rizqy     : masih sekolah de?
Tian       : iya bang, masih sekolah
Rizqy     : kok udah pulang? Bolos ya? Katanya masih sekolah?
Tian       : anu bang, udah pulang
Rizqy     : tadi katanya masih
Tian       : (aduuh salah jawab gue)
Rizqy     : nama sekolahan ade apa?
Tian       : stm 80 bang.
Rizqy     : wah hebat ya kamu ini, masih sekolah tapi udah punya sekolahan. Nama sekolahannya stm 80, salut saya sama kamu
Tian       : ah bisa aja si abang ini. abang masih kuliah?
Rizqy     : udah pulang de
Tian       : maksudnya, abang sekarang kuliah?
Rizqy     : dibilangin udah pulang
Tian       : iya deh
Rizqy     : ngomong-ngomong, kelas berapa de?
Tian       : kelas 12 bang
Rizqy     : abang saranin nih, pas tahun ajaran baru nanti mending ade keluar aja dari sekolah itu
Tian       : iya bang, kalo masih sekolah disitu saya engga lulus dong
Rizqy     : bagus lah kalo ade nurut, oh iya kalo stm itu ada pklnya ya?
Tian       : iya bang, minggu depan saya baru pkl bang
Rizqy     : ade pkl, hati-hati de suka ada tramtib
Tian       : bukan pkl, pedagang asongan bang -_-!
Rizqy     : pedagang asongan mah emang bukan pkl, tapi pkd, pedangan kaki dua
Tian       : oh iya ya, tapi kenapa dibilang pedagang kaki lima ya?
Rizqy     : siapa yang bilang de? Orang abang cuma bilang pkl
Tian       : Oh gitu ya bang
Rizqy     : pkl di kantor apa di pabrik?
Tian       : di pabrik bang
Rizqy     : Pkl itu mah di pinggir jalan de, ga pernah abang denger ada pkl di pabrik
Tian      : itu kalo pedagang kaki lima, pan saya praktek kerja lapangan bang ( ini kalo engga lebih tua dari gw udah gw bunuh!)
Rizqy     : harusnya di lapangan de bukan di pabrik, kalo dipabrik itu pkp
Tian       : iya juga ya bang (kok gw jadi bego gini ya? Pkl di pabrik bukan di lapangan?)
Rizqy     : sudah jangan dipikirin, ade suka minum kopi juga?
Tian       : iya bang, saya suka minum kopi
Rizqy     : Jangan de, lebih baik air kopinya yang diminum, seret tau kalo minum kopi
Tian       : Rasengaaaaan!
Rizqy     : Aaaaaaaa


Tuesday, December 15, 2015

Akibat terlalu lama menjomblo



Sore hari zhie lagi di pantai sendirian. Dia ngomong sendiri.
zhie : kamu cantik deh.
zhie : ah, aku jadi malu (ngedipin mata)
zhie : bener
zhie : ah, kamu bisa aja
zhie : kamu mau kan jadi pacar aku?
zhie : mau banget (senyum2 sendiri)
Akhirnya zhie pun jadian sendiri dengan dirinya sendiri







Saturday, December 12, 2015

Coklatshit 2

Cerita sebelumnya Coklatshit

Di depan siswa-siswanya, buguru yang mirip Raisa itu mulai mengabsen muridnya satu persatu. Dia mengambil lembar absensi yang ada di dalam tasnya, tentunya tas milik dia sendiri, namun sebelum itu ada yang lupa nih. Coklat yang terkesima dengan penampilan Bu Riny yang anggun berinisiatif untuk berkenalan, berkenalan dengan tukang ojek yang mangkal di pangkalan ojek, ya kenalan sama Bu Riny lah.      
“Buguru, buguru siapa namanya?” tanya Coklat mengancungkan tangannya.   
“Ok, kamu ingin tau nama ibu, nama ibu itu Ibu Riny.” senyum bu Riny menjawab pertanyaan dari Coklat.         
“Owh, nama ibunya itu Ibu Riny, terus ibu sendiri siapa?” tanya Coklat lagi.    
“Itu nama ibu…”
“Iya itu nama ibu, terus nama ibu yang berdiri di sini siapa?” Coklat tanya lagi. 
“Iya itu, nama ibu itu Ibu Riny.”
“Iya aku tau bu, tapi aku butuh nama ibu lho.” 
“Nama ibu itu Buuuu Rinyyyyyyy!” teriak Bu Riny.     
  
Ibu Riny teriak sampai urat-urat lehernya keluar. Sabar ya buguru ngadepin murid kaya gitu, tapi terserah ibu lah, kalo mau bunuh, bunuh aja silahkan. Lagian juga engga ada yang nyariin dia kok. Bu guru pun cuma bisa ngelus-ngelus dadanya sambil nahan marah. Selain cantik, ternyata Bu Riny ini sabar.    
“Huh sabar…sabar…” kata bu Riny.    
“Eh Coklat, nama dia itu Riny, iya kan bu?” kata Ival.   
“Iya itu, kamu pinter.”
“Owh.” Coklat melongo.    
“Nama kamu sendiri siapa?”
“Aku Coklat bu, kenapa? Ah ibu naksir ya sama saya? Ibu suka ya sama saya? Ibu kesemsem ya sama saya? Ibu tergoda ya dengan ketampanan yang saya miliki?” Coklat sambil senyum-senyum.   
Haduh nih anak pede banget deh, masa gurunya nanya nama malah dikira suka, kesemsem atau apalah. Lagipula buguru engga bakal suka sama kamu Coklat. Sadar diri kenapa.      
“Terserah deh kata kamu aja, Coklat.”
“Oh, saya kenal deh sama ibu. Ibu ini yang nama fbnya itu ya?” Coklat sambil nunjuk ke arah buguru.   
“Oh jadi itu kamu toh yang namanya Coklat-Coklat itu, emang ngeselin kamu ya.”
“Kalo ibu tau nama fb saya?” kini giliran Ival nanya sambil senyum-senyum.    
“Oh fbnya kamu?” senyum Bu Riny.   
“Ibu tau?”
“Engga, engga penting itu.”     
Ival lalu hening, wajahnya cemberut ketika dikacangin sama gurunya sendiri. Sabar ya Val.

Setelah mereka tau nama buguru. Buguru pun bersiap mengambil daftar absensi yang ada di dalam tasnya. Selembar kertas beliau keluarkan, beliau letakkan di atas meja. Buguru itu sambil duduk dan melihat nama-nama yang tertera di kertas absen lalu menyebutkan satu persatu. Ketika Bu Riny menyebutkan nama siswanya satu persatu, suara Bu Riny terdengar di telinga siswa-siswanya loh.     
“Namanya yang ibu sebut, harap tunjuk tangan atau...?”
“Tunjuk kaki bu!” celetuk Coklat.      
 “Ya udah kamu aja yang tunjuk kaki, mau?”
“Susah bu, kalo gampang mah belum tentu saya mau.”     
“Ok, semuanya diharap tenang. Ibu mau mengabsensi kalian ya. Ok, Ari.”
Siswa hening, lalu Bu Riny mencoret nama Ari.     
“Bagus.”     
Siswa kembali hening.   
“Cecep, Dedi, Edi, Fajar, Gusti, Halim, Iwan, Jarwo, Kodel… haduh pada kemana sih?” 

Buguru yang menyebutkan nama siswa satu persatu, tak pernah mendapat jawaban dari siswa yang disebutkan. Bu Riny pun terheran-heran dengan suasana kelas yang mendadak tenang.   
“Kok engga ada yang menyahut sih?”
“Lah ibu bilang semua harap tenang, kita semua di sini udah tenang bu, engga berisik.” jawab Coklat.   
Tapi kan seharusnya dijawab, kan ibu ngabsen kalian.”
“Ah ibu ini sulit dimengerti ya, maunya apa sih.” 
Buguru sudah mulai pasrah menghadapi satu anak ini. Untungnya buguru memiliki tingkat kesabaran tinggi kalau engga, pasti sudah buguru sudah gantung diri dalam kelas.      
“Yo weslah terserah kamu. Ok ibu absen nih, Coklat.” 
“Yes bu.” jawab Coklat.      
“Ival.”
“Ya saya.”
 jawab Ival.      
“Tiar.” 
Seketika suasana kembali hening. Mereka kembali pandang memandangi satu sama lain mencari seseorang yang bernama Tiar.  
“Tiar.” ucap sekali lagi buguru.      
“Kabur bu dari rumah!” jawab Coklat.      
“Hah kabur dari rumah?”     
Sontak buguru terkejut mendengar jawaban yang Coklat berikan.       
“Kenapa dia kabur?”     
“Takut dipotong bu, kan hari Minggu lebaran haji bu makanya dia kabur dari rumah sampe sekarang belum pulang-pulang.”     
“Walah… ok deh selanjutnya Ukli.”     
“Cuti bu!” teriak Ival.     
Et dah tadi kabur sekarang ada yang cuti, ini sekolah apa tempat kerja pakai acara cuti segala. Aneh nih siswa-siswa sekolah ini. 
“Kenapa dia cuti?”
“Dia mau merit bu sama Uni!” lantang Ival.     
“Kan dia masih sekolah kenapa merit?” tanya Coklat.    
“Terserah dia, dia yang mau merit, dia yang punya duit, dia yang udah ngebet kali, kenapa situ yang repot?”   

Akhirnya satu persatu siswa di dalam kelas ini sudah diabsensi sama buguru. Anehnya lagi yang masuk cuma dua orang doang, pantes aja suasana kelasnya sepi. Alasannya sih yang lain ada yang cuti, kabur, liburan, dan sebagainya.   Setelah mengabsen semua siswa, buguru Riny siap memberikan mata pelajaran sama dua siswa yang ada. Buguru Riny pun mengambil buku paket dari dalam tasnya, dia mengambil buku paket matematika. Brught! Dia letakkan buku paketnya di atas meja. Sebelum Bu Riny membahas mata pelajaran yang diberikan, dia berjalan mendekati tempat duduk Ival dan Coklat seraya bertanya.      
“Siapa yang hari ini puasa?” tanya Bu Riny sambil tersenyum.     
“Bu saya.” Coklat tunjuk tangan.     
“Bagus, Coklat puasa ya?”
“Bu, saya engga puasa lho bu.”     
“Ih kamu engga puasa aja bangga.”     
Kepala Bu Riny lalu tertunduk melihat lantai, wajahnya mulai geram namun dia coba untuk menahannya.   
“Sabar-sabar.” ucap Bu Riny dalam hati.  
“Tadi saya mau niat puasa, eh engga jadi sahur gara-gara mataharinya kecepetan nongol bu, saya jadi engga saur. Rese tuh bu mataharinya…”
“Itu kamunya yang kesiangan.”   
“Ah engga bisa bu! coba kalo mataharinya terbit jam delapan atau sembilan.” 
“Iya deh, apa kata kamu aja huh.” Bu Riny seketika langsung masang wajah cemberut di hadapan Coklat dan Ival.     
“Bu saya.” Ival tunjuk tangan.    
“Ival puasa?”
“Bu saya kebelet pengen pipis.”   
“Ya udah sana-sana, dikirain mah puasa.”        

Walah, kirain Bu Riny Ival puasa, eh engga tau mah malah kebelet pipis. Ival berdiri dari tempat duduknya, dia beranjak ke toilet sekolah. Kini dalam kelas tersisa hanya Coklat dan Bu Riny. Coklat melihat Bu Riny sambil mesem-mesem, dia senang ditinggal berdua sama Bu Riny dalam kelas ini.     
Kenapa senyum-senyum?”
“Ih siapa yang senyum-senyum bu, emang kayak gimana?”     
“Kayak gini.” Bu Riny mencontohkan senyuman seperti Coklat tadi.    
“Ih ibu, suka ya sama saya?”
“Arghht…”     
Pletak! Entahlah itu suara apa yang jelas Coklat merintih kesekitan mengusap kepalanya yang sakit.  
“Aduh!” 

Lima menit berlalu, Ival telah kembali ke kelasnya dan buguru bersiap menjelaskan materi yang akan dia ajarkan. Ival dan Coklat sudah menyiapkan buku tulis dan seperangkat alat tulis lainnya di atas meja dibayar tunai, sah sah saaaah. Mereka berdua duduk rapih sambil tersenyum manis di hadapan Bu Riny dengan kedua tangan mereka bersandar di atas meja. Bu Riny kemudian menyuruh mereka berdua untuk membuka buku paket metematikanya.       
“Coba buka halaman satu.”
“Iya bu…” serentak Coklat dan Ival.      
“Hari ini kita belajar pangkat, pasti di SD atau SMP kalian sudah mengenal apa itu pangkat, iya kan sudah?”  Bu Riny dengan semangat bertanya kepada Ival dan Coklat. Sementara di tempat duduk mereka, Coklat lalu menoleh ke arah Ival.       
“Val, emang lo udah kenalan sama si pangkat?” Coklat berbisik ke Ival.      
“Belum, makanya gue juga bingung.” 
“Maaf bu…” ucap Coklat.
“Iya kenapa Coklat?”
“Saya sama Ival belum kenalan sama pangkat bu.”       
“Weleh-weleh, maksud ibu itu kalian sudah belajar sama pangkat kan?”       
Coklat dan Ival kembali bingung, Coklat berbisik lagi dengan Ival.     
Kayaknya gue belum pernah belajar bareng sama si pangkat dari SD sampe sekarang, kalo lo?”
“Sama…” 
“Bu maaf…” Coklat tunjuk tangan.      
“Iya iya, ibu tau, teman kalian engga ada kan yang namanya pangkat. Ya sudah susah belajar sama kalian, ok ibu jelaskan pangkat itu adalah…”
“Pangkat itu adalah ketika sang istri meminta tolong kepada suaminya untuk angkat jemuran. Pangkat dong jemurannya, ibu minta tolong!” celetuk Coklat.    
“Bukan, itu pak angkat! Makanya jangan potong ucapan ibu, pangkat itu adalah…”
“Pangkat itu adalah hemat pangkat kaya, rajin pangkat pandai bu!” celetuk Ival.   

Mereka berdua sok tau juga ya, Bu Riny mau menjelaskan eh tiba-tiba dipotong. Sudah gitu apa yang mereka ucapkan salah semua, Bu Riny memasang wajah melas kepada mereka.       
“Huh itu pangkal, Ival-Ival, tadi kan ibu bilang jangan potong ucapan ibu, bisa dimengerti?”
“Ngerti…” serentak Ival dan Coklat. 
Bu Riny kemudian menarik nafas sejenak, menghilang rasa kesal dalam hatinya. Bu Riny kembali melanjutkan pembahasan materinya kepada Coklat dan Ival. Bu Riny membeberkan penjelasan tentang pangkat kepada mereka berdua. Mereka berdua hanya diam melihat cara bicara Bu Riny menjelaskan pangkat di depan kelas. Panjang lebar sudah Bu Riny utarakan kepada mereka.      
“Iya itu dia tentang pangkat, kalian berdua mengerti?”
“Ngerti bu…”     
“Ok, sekarang ibu tanya Coklat. Berapa sembilan pangkat satu perdua?”     
“Engga tau bu!” dengan tegas Coklat menjawab.    
“Jiah, tadi katanya ngerti. Ok sekarang kamu Ival. Berapa enam belas pangkat satu perdua?”
“Hmmm… saya nyerah bu, saya pasrah deh saya sama ibu.”     
“Ya udah kalo kalian engga tau…”     
“Ibu mau ngasih tau?” celetuk Coklat.     
“Kalo kalian engga tau maka kita lanjutkan ke halaman berikutnya.”     
Lalu Bu Riny membuka halaman buku berikutnya. Ah ini sih sama aja, guru sama muridnya, sama-sama ngeselin. Dan pada akhirnya bu Riny memberi pr kepada mereka berdua, mereka sudahi pelajaran Bu Riny hari ini di sekolah.   

Di sisi lain tanpa Coklat dan Ival ketahui ada seorang pria yang berwajah biasa aja sedang mengawasi pergerakan Bu Riny. Dari balik jendela luar sekolah, pria itu selalu mengintip kegiatan kelas di ipa tujuh. Kira-kira siapakah pria itu? Ini masih menjadi sebuah misteri. Tiba-tiba pria itu mengeluarkan bom asap dari kantung celananya, dan anehnya dia menghilang, wah hebat, lo kira ini ninja apa. Pria itu lalu berjalan meninggalkan kelas ipa tujuh dengan wajah kesalnya.      
“Berani-beraninya tuh anak kecil gangguin cewek gue, huh belum tau siapa gue kali. Ya iyalah belum tau gue, orang mereka belum kenalan sama gue hahaha. Awas aja tuh anak bakal gue kasih pelajaran, pelajaran bahasa Perancis, pusing-pusing dah lo.”      
Wah kayaknya ada lagi nih orang aneh yang nongol dalam cerita. Semoga aja ceritanya engga ngawur. Amiiin. (bersambung).


Thursday, December 10, 2015

cara membedakan uang seratus ribu dengan seribu

            ok sobat cocolatos dimana pun anda berada, saya pasti engga tw dimana anda berada sekarang. kali ini saya akan membagi info penting bagi sobat~sobat semua. yap, postingan saya kali ini adalah membedakan uang seratus ribuan dengan seribuan, sob. mungkin sobat-sobat juga ada yang belum tau kedua uang tersebut. nah ini di sob, perbedaan antara uang seratus ribuan dan seribuan

1.     warna. keduanya memiliki warna yg beda sob, itu artinya menunjukkan warna keduanya tidaklah sama. lembar uang seratus ribu rupiah itu berwarna merah dan lembar uang seribu rupiah itu berwarna biru, sob. dari warnanya saja sudah beda kan sob

2.     angka. angka pada lembar uang seratus ribu itu ada enam sob masing~masing angkanya adalah satu angka satu dan lima angka nol. angka satunya itu ada di depan kelima angka nol, seperti ini sob kalau tidak tau, 100.000 . berbeda dengan lembar uang seribuan sob, kalau uang seribuan itu angkanya ada empat, masing~masing angkanya adalah satu angka satu dan tiga angka nol. angka satunya itu ada di depan ketiga angka nol sob, seperti ini kalau tidak tau, 1.000 . saya sarankan sob, jangan memindahkan angka nol dari uang seribuan ke uang seratus ribuan, karena apa? karena itu tidak bisa sob. 

3.     tulisan/ huruf. tulisan pada lembar uang seratus ribuan itu ditulis seratus ribu rupiah dan pada lembar uang seribuan itu ditulis seribu rupiah, sob. 

4.     gambar pahlawan. gambar pahlawan pada lembar uang seratus ribuan itu adalah presiden dan wakil presiden Indonesia yang pertama sob, yap beliau adalah Ir Soekarno dan Moh Hatta. sedangkan gambar pahlawan pada lembar uang seribu adalah Kapitan Pattimura, sob. 

          jadi sekarang sudah taukan mana uang seratusribuan dan mana uang seribuan. menurut saya sob uang seratus ribu itu engga laku loh buat beli basreng (bakso goreng) yang gopean, kenapa engga laku? karena yang jualnya engga punya kembaliannya sob saking banyaknya kembalian yang harus dikembalikan. berbeda dengan uang seribuan, kalo uang seribuan itu laku sob buat beli basreng yang gopean dan juga pasti ada kembaliannya. makanya sob sekarang itu jangan mau dikasih uang seratus ribuan mending seribuan aja, dan juga sob, kalau sobat punya uang seratus ribuan lebih baik kasih ke saya aja, daripada engga laku buat beli basreng yang gopean , kan mubajir tuh uang.